Fahri Hamzah: Ada Kejutan untuk Jokowi Menjelang Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah, saat ditemui di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah, saat ditemui di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah, mengatakan bakal ada kejutan menjelang pengumuman calon yang bakal maju menjadi presiden dan wakil presiden pada 8-10 Agustus mendatang. Menurut dia, peta politik sudah mulai bergeser menuju perubahan melawan calon presiden inkumben, Joko Widodo atau Jokowi.

    Salah satu petunjuknya adalah sinyal Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berada di Cilegon, Banten. Dalam pertemuan di Cilegon, Ahad malam, 22 April 2018, SBY mengatakan akan menghadirkan pemimpin baru untuk rakyat Indonesia.

    Baca: Fahri Prediksi Jokowi Batal Nyapres, PDIP: Mungkin Calon Lain

    SBY berjanji akan menampilkan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mengerti keinginan rakyat. “Insya Allah, nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas, dan memikirkan rakyat banyak," ujar SBY di hadapan ratusan ulama, santri, dan warga Cilegon.

    Fahri bahkan yakin Jokowi tidak akan mendapatkan tiket menjadi calon presiden dalam Pemilu 2019. "Lain ini keadaan, situasi gawat tidak gampang diatur-atur. Pak Jokowi tidak dapat tiket," tuturnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 23 April 2018.

    Baca:
    Fahri Hamzah Yakin Jokowi Tak Dapat Tiket...
    Relawan Jokowi Luncurkan Program...

    Menurut Fahri Hamzah, sejumlah hal diyakininya karena Presiden Jokowi sebagai calon inkumben tak bisa lagi memoles diri pada Pemilu 2019. Apalagi Jokowi, turut dia, tidak sanggup merealisasi janji kampanyenya pada Pemilu 2014 saat sudah memimpin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.