Jumat, 14 Desember 2018

Relawan Jokowi Luncurkan Program Antipolitisasi Masjid

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan menunjukkan KTP mereka saat menggelar deklarasi Gerakan Nasional Jutaan Dukung Jokowi di CFD kawasan Bundaran HI, Jakarta, 22 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah relawan menunjukkan KTP mereka saat menggelar deklarasi Gerakan Nasional Jutaan Dukung Jokowi di CFD kawasan Bundaran HI, Jakarta, 22 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Nasional Jutaan Relawan Dukung Joko Widodo atau Jokowi membuat program antipolitisasi masjid. Program itu dilakukan melalui ceramah dan pengajian yang digelar relawan.

    "Kami melakukan ceramah soal itu tiap ada pengajian relawan," kata koordinator gerakan, Sylver Matutina di Sarinah, Jakarta Pusat, Ahad, 22 April 2018. Relawan menggagas program ini untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

    Baca:
    Saran Relawan untuk Memilih Cawapres Jokowi
    Relawan Jokowi Emoh Jagoannya Lawan Kotak ...

    Para ustad dan takmir akan berbicara mengenai Islam yang benar. “Bukan Islam yang dipakai untuk tujuan tertentu yang tidak baik."

    Mereka yang melakukan ceramah itu, kata dia, tidak melulu para pendukung Jokowi. "Yang pasti ustaznya nasionalis dan benar-benar paham agama."

    Pengajian relawan juga berupaya menepis berbagai tudingan miring terhadap Jokowi. Misalnya soal Jokowi yang dikaitkan dengan paham komunisme.

    Baca: Relawan di Bandung Mendeklarasikan Anis ...

    Dia mengatakan Jokowi lahir pada 1961, sedangkan Gerakan 30 September yang sering dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) terjadi pada 1965. Karena itu, menurut dia tidak mungkin Jokowi yang saat itu baru berumur empat tahun masuk PKI. "Maka kami kasih pencerahan bahwa tuduhan itu tidak berdasar."

    Simak: Kebijakan Premium, Bahan Bakar Jokowi di Pilpres 2019

    Relawan, kata dia, juga berupaya menepis isu Jokowi antiislam. Menurut dia Jokowi adalah sosok yang sangat Islami. Jokowi, kata dia, sering membantu acara-acara keagamaan dan tidak pernah lepas salat lima waktu. "Beliau juga jadi sering menjadi imam salat yang baik." (*)

    Lihat juga video: Bermodal Sofa Bekas, Pemuda Ini Sukses Bisnis Belasan Kafe Kopi Keren



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.