Jokowi di Harlah PPP: Partai Politik Mensosialisasikan Etika

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) PPP ke-45 di gedung UTC, Semarang, 14 April 2018. Jokowi hadir dengan mengenakan setelan jas abu-abu dan sarung hijau. Foto: Budi Purwanto

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) PPP ke-45 di gedung UTC, Semarang, 14 April 2018. Jokowi hadir dengan mengenakan setelan jas abu-abu dan sarung hijau. Foto: Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sambutan memperingati hari lahir ke-45 tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Presiden Joko Widodo mengatakan fungsi partai politik tak sekedar melakukan rekruitmen politik dan pemilihan anggota legislatif maupun eksekutif. Fungsi parpol antara lain juga mencakup fungsi komunikasi politik, berkomunikasi dengan masyarakat, mengartikulasikan kepentingan masyarakat serta fungsi sosialisasi politik.

    “Partai politik juga mensosialisasikan nilai-nilai politik yang mulia dan etika,” kata Jokowi di Balairung University Training Centre (UTC), Kota Semarang, Sabtu, 14 April 2018, seperti dilansir keterangan tertulis Biro Pers Sekretaris Presiden. Begitu pula dengan nilai yang penuh keadaban politik kepada masyarakat.

    Baca: Jokowi Sering Diskusi Soal Cawapres dengan ...

    Dalam usianya ke-45 tahun, Jokowi yakin PPP sudah berkontribusi signifikan dalam membangun keadaban politik di Indonesia. Dia menilai PPP tak hanya menjadi penampung aspirasi umat Islam, tapi juga menjaga politik Indonesia menjadi politik yang santun, politik yang beradab, dan menjunjung tinggi norma agama dan etika sosial kita.  

    Presiden juga yakin kiprah pemimpin dan kader PPP bisa menjadi teladan masyarakat dalam berpolitik, menjauhi dan memerangi berita bohong, hoaks, terus menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat. “Selalu memupuk kerukunan dan kesatuan di seluruh tanah air."

    Baca: Kata Rommy PPP, Jokowi Kampanye Naik ...

    Jokowi mengajak PPP optimis membangun negara sebesar Indonesia dan mewujudkan cita-cita untuk mencapai negara yang adil, makmur, dan kuat ekonominya. "Kita harus optimistis.” Presiden mengakui ada cobaan dan rintangan. Tapi, “kita carikan solusi."

    Jokowi menuturkan tak ada bangsa yang menjadi besar dan kuat ekonominya dengan rakyat yang malas-malasan. "Enggak ada rumusnya seperti itu.” Semuanya pasti harus dilakukan dengan kerja keras, dengan usaha dan ikhtiar dan juga berdoa kepada Allah SWT. 

    Baca: Ketum PPP Sebut Partai Koalisi Jokowi Bakal ...

    Jokowi mendoakan pertambahan umur PPP mampu menguatkan organisasi dan konsolidasi PPP yang sudah sangat kuat. Tak lupa, Jokowi mendoakan partai itu sukses dalam pemilu.  Presiden mendoakan PPP memperoleh ridho Allah SWT, memperoleh kemudahan dan kesuksesan dalam pilkada tahun ini, dan kesuksesan di pemilu legislatif 2019.

    Presiden juga mengapresiasi acara hari lahir PPP yang dirangkai dengan Musyawarah Nasional Alim Ulama ini. Menurut Jokowi ini langkah yang bagus bagi keadaban politik Indonesia. "Saya juga mengapresiasi tema acara PPP kali ini yaitu Bersatu Membangun Indonesia."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.