Kata Rommy PPP, Jokowi Kampanye Naik Angkot Juga Enggak Masalah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam kunjungannya di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, 3 Februari 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam kunjungannya di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, 3 Februari 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan jangan menganggap kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengizinkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggunakan pesawat kepresidenan saat kampanye, sebagai ketidaksetaraan.

    "Pak Jokowi itu naik angkot saja masih mau kok," kata Romi sapaan Romarhumuziy di kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

    Baca juga: Kebijakan Premium, Bahan Bakar Jokowi untuk Pilpres 2019

    Menurut Romi, aturan pesawat kepresidenan tersebut jangan dijadikan persoalan yang memancing hal yang lebih rumit lagi. Apalagi, persoalan tersebut juga memancing komentar-komentar yang mengganggap ada sebuah ketidaksetaraan antara calon petahana dan penantangnya.

    "Saya sudah bicara dengan pak jokowi, bahkan komentar Pak Jokowi singkat," kata Romi. "Saya naik angkot saja enggak masalah kok," kata Romi lagi, menirukan pernyataan Jokowi kepadanya soal pesawat kepresidenan.

    Baca juga: Kata Pengamat soal Strategi Jokowi Menuju Pilpres 2019

    Ketua KPU Arief Budiman sebelumnya menyatakan calon presiden inkumben diperkenankan menggunakan fasilitas kendaraan milik negara, salah satunya pesawat kepresidenan, karena alasan keselamatan. Fasilitas tersebut dinilai sebagai bagian yang melekat pada profesi presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.