Partai ke-20 Peserta Pilpres 2019, PKPI: Menguntungkan Kami

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Abdullah Makhmud Hendropriyono saat mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo, di halaman kantor DPP PKPI, Menteng, Jakarta, 12 Juni 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Abdullah Makhmud Hendropriyono saat mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo, di halaman kantor DPP PKPI, Menteng, Jakarta, 12 Juni 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Imam Anshori mengatakan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta telah memberikan keputusan yang tepat dengan mengabulkan gugatan partainya. Putusan PTUN yang mengabulkan gugatan PKPI membuat  partai itu bisa menjadi peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    "Kami lega perjuangan panjang berakhir dalam perkara ini," kata Imam saat dihubungi, Rabu, 11 April 2018.

    Baca:Gugatan Dikabulkan PTUN, PKPI Akan Ikut Pemilu 2019

    Sebelumnya, PKPI dinyatakan tidak bisa berlaga dalam pemilu 2019. PKPI sudah lolos verifikasi administratif. Namun partai ini tidak memenuhi syarat verifikasi faktual KPU di 73 kabupaten atau kota di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Papua. Verifikasi faktual diwajibkan beberapa waktu setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi.

    PTUN menilai Badan Pengawas Pemilu juga dianggap tidak cermat sehingga membatalkan gugatan PKPI dalam sidang ajudikasi sehingga menyatakan PKPI dinyatakan tidak lolos verifikasi. Namun, hakim PTUN menyatakan bahwa putusan MK tidak bisa berlaku surut. "Sehingga PKPI harus tetap dianggap lolos."

    Baca juga: Bawaslu Menolak Gugatan PKPI pada KPU

    PKPI, kata Imam, menjadi partai kedua setelah Partai Bulan Bintang yang memenangkan gugatan. Namun, gugatan PBB, dikabulkan Bawaslu dalam sidang ajudikasi.

    Dengan dikabulkannya gugatan ini, PKPI akan menjadi peserta ke-20 pemilihan presiden 2019. Hal ini dianggap Imam menguntungkan partainya. "Nomor terakhir berada di pojok kanan bawah, yang mudah terlihat pemilih."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.