Kata Gibran, AHY Cocok Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Kogasma Pemenangan Pilkada Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berdialog dengan berbagai komunitas dan generasi muda di Kafe Rolag, Sidoarjo, 1 April 2018. AHY melakukan safari politik di Jawa Timur dengan menghadiri berbagai acara termasuk ziarah ke makam Gus Dur. Foto: Kogasma Partai Demokrat

    Ketua Kogasma Pemenangan Pilkada Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berdialog dengan berbagai komunitas dan generasi muda di Kafe Rolag, Sidoarjo, 1 April 2018. AHY melakukan safari politik di Jawa Timur dengan menghadiri berbagai acara termasuk ziarah ke makam Gus Dur. Foto: Kogasma Partai Demokrat

    TEMPO.CO, Sukoharjo - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlihat akrab saat makan malam di Gerai Markobar yang berada di Transmart Pabelan, Sukoharjo, Senin 9 April 2018. Mereka mencicipi martabak delapan rasa yang menjadi menu andalan di Gerai Markobar.

    Usai berbincang-bincang, mereka berdua menyaksikan lomba makan martabak yang sedang digelar di gerai tersebut. Keduanya juga sempat berfoto bersama dengan pemenang lomba itu.

    Baca: AHY Cicipi Martabak di Gerai Milik Anak Jokowi

    Selanjutnya, AHY dan Gibran berdua menggelar jumpa pers dengan wartawan yang meliput pertemuan tersebut. Tentu saja, beberapa pertanyaan menyerempet pada persoalan politik kendati keduanya menegaskan bahwa pertemuan itu merupakan silaturahmi biasa.

    Salah satu wartawan menanyakan langsung kepada Gibran mengenai kemungkinan AHY menjadi cawapres mendampingi Jokowi dalam pemilihan presiden 2019 mendatang. "Boleh," kata Gibran pendek.

    Baca: AHY Diberi Voucher Gratis Martabak Seumur Hidup oleh Anak Jokowi

    Wartawan terus mengejar dengan menanyakan mengenai kecocokan AHY untuk mendapingi Jokowi. "Cocok," kata Gibran yang lagi-lagi menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang pendek.

    Namun, Gibran kemudian menjawab pertanyaan itu dengan lebih panjang. "Pertanyaan itu yang bisa jawab cuma bapak saya," kata Gibran.

    Dia juga mengaku tidak memiliki kapasitas untuk menjalin komunikasi politik, termasuk dengan AHY. "Saya kan tidak mewakili warna merah, biru ataupun lainnya," kata dia melanjutkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.