AHY Diberi Voucher Gratis Martabak Seumur Hidup oleh Anak Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, di gerai Markobar Transmart Pabelan dalam rangkaian safari politik hari pertama di Kota Solo, Jawa Tengah, 9 April 2018. Tak hanya bertemu dan berbincang dengan Gibran, AHY juga mencicipi martabak di gerai milik Gibran tersebut. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, di gerai Markobar Transmart Pabelan dalam rangkaian safari politik hari pertama di Kota Solo, Jawa Tengah, 9 April 2018. Tak hanya bertemu dan berbincang dengan Gibran, AHY juga mencicipi martabak di gerai milik Gibran tersebut. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Sukoharjo - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diberi voucher makan martabak gratis seumur hidup oleh Gibran Rakabuming Raka. Hal itu terjadi saat AHY mengunjungi gerai Markobar yang berada di Transmart Pabelan, Sukoharjo, Senin malam 9 April 2018.

    AHY datang ke Markobar dan mencicipi makanan jenis martabak dengan ditemani pemilik Markobar, Gibran Rakabuming Raka. Selain makan malam bersama, mereka juga sempat menyaksikan lomba makan martabak yang digelar di gerai itu. Mereka juga menggelar jumpa pers bersama media yang meliput acara tersebut.

    Di akhir acara, Gibran menyerahkan kenang-kenangan untuk putra Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu. Kenang-kenangan itu berupa voucher makan gratis di Markobar dan berlaku seumur hidup.

    "Voucher ini bisa digunakan di gerai Markobar manapun," kata putra sulung Presiden Jokowi tersebut kepada AHY. Sebagai catatan, saat ini Markobar telah memiliki 33 gerai yang tersebar di berbagai kota.

    AHY sendiri juga memuji martabak Markobar delapan rasa milik Gibran. Menurutnya, Martabak tersebut memiliki rasa yang lezat. "Saya makan dua potong saja sudah kenyang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.