Guruh Nilai Puisi Sukmawati Soekarnoputri Tak Menyinggung SARA

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guruh Soekarnoputra, menjawab pertanyaan awak media seusai menjenguk Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi yang dirawat karena kanker stadium 4 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta (26/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Guruh Soekarnoputra, menjawab pertanyaan awak media seusai menjenguk Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi yang dirawat karena kanker stadium 4 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta (26/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat Guruh Irianto Soekarnoputra mengatakan polemik yang terjadi akibat puisi kakak kandungnya, Sukmawati Soekarnoputri, lantaran perbedaan persepsi. Baginya, ia melihat tidak ada unsur provokasi SARA dalam puisi Sukmawati itu.

    "Ya saya melihat terjadi reaksi-reaksi gitu, itukan akhirnya sangat relatif tergantung dari persepsi kita. Persepsi orang bermacam-macam," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 April 2017.

    Baca juga: Demo Tuntut FPI Dibubarkan, Sukmawati Berikan Petisi ke Aher

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menjelaskan ia memahami maksud dari puisi Sukmawati. "Artinya bukan untuk SARA dan sebagainya," ucapnya.

    Guruh meminta semua pihak tetap berpikir jernih dan tidak asal bereaksi terhadap puisi Sukmawati itu.

    Sukmawati membacakan puisi yang berjudul 'Ibu Indonesia' itu dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Dalam puisi tersebut Sukmawati menyebut soal syariat Islam, cadar, hingga suara azan.

    Puisi itu menjadi viral lewat media sosial sejak kemarin. Banyak pihak menyebut Sukmawati tak sepatutnya membandingkan cadar dan konde serta suara azan dan kidung atau nyanyian.

    Baca juga: Sukmawati: Ada Upaya Terselubung Ganti Ideologi Pancasila  

    Berikut adalah puisi Sukmawati Soekarnoputri yang menjadi kontroversi itu:

    Ibu Indonesia

    Aku tak tahu Syariat Islam

    Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
    Lebih cantik dari cadar dirimu
    Gerai tekukan rambutnya suci
    Sesuci kain pembungkus ujudmu

    Rasa ciptanya sangatlah beraneka
    Menyatu dengan kodrat alam sekitar
    Jari jemarinya berbau getah hutan
    Peluh tersentuh angin laut

    Lihatlah ibu Indonesia
    Saat penglihatanmu semakin asing
    Supaya kau dapat mengingat
    Kecantikan asli dari bangsamu
    Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

    Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

    Aku tak tahu syariat Islam
    Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
    Lebih merdu dari alunan azan mu
    Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
    Semurni irama puja kepada Illahi

    Nafas doanya berpadu cipta
    Helai demi helai benang tertenun
    Lelehan demi lelehan damar mengalun
    Canting menggores ayat ayat alam surgawi

    Pandanglah Ibu Indonesia
    Saat pandanganmu semakin pudar

    Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
    Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.