Kata Puan Soal Muhaimin Bisa Perkuat Suara Jokowi di Pilpres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar berbicara kepada wartawan usai acara perayaan ulang tahun PKB yang ke-18 di kompleks parlemen, Jakarta, 25 Oktober 2017. TEMPO/Putri

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar berbicara kepada wartawan usai acara perayaan ulang tahun PKB yang ke-18 di kompleks parlemen, Jakarta, 25 Oktober 2017. TEMPO/Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDI Perjuangan nonaktif, Puan Maharani menanggapi soal keyakinan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dipilih oleh Joko Widodo untuk menjadi calon wakil presiden dalam pilpres 2019.

    Puan berharap agar Muhaimin diberi kesempatan. "Semoga nantinya bisa membuktikan. Tapi, kan, ini masih tunggu bulan Agustus," kata dia di Komplek Istana Negara pada Senin, 2 April 2018. Agustus adalah bulan dimulainya pendaftaran pilpres.

    Baca: Muhaimin Ungkap Rahasia Kontrak Politik 2014 Saat Usung Jokowi

    Muhaimin Iskandar sebelumnya menyampaikan yakin akan digandeng oleh Jokowi sebagai calon wakil presidennya pada pilpres 2019. Muhaimin menuturkan kekuatan dan suara umat Islam sangat besar dalam pemilu. Ia mengklaim PKB memiliki 11 juta lebih suara yang dapat menjadi faktor penentu kemenangan pada 2019.

    Puan mengatakan bahwa syarat terpilihnya seseorang sebagai calon wakil presiden bukan hanya ditentukan oleh perolehan suara di pemilihan presiden 2014. "Kita enggak bisa kemudian mengatakan bahwa suara perolehan tahun 2014 lalu itu jadi satu-satunya dasar seseorang nantinya bisa terpilih jadi cawapres," kata dia.

    Baca: 3 Pesan Buya Syafii untuk Muhaimin dan Politikus Lain

    Menurut Puan, ada kriteria lain yang akan dipertimbangkan untuk diusulkan sebagai cawapres 2019. Diantaranya adalah memiliki pandangan dan visi yang sama dengan sang calon presiden, bisa menambah perolehan suara, dan harus bisa bekerja sama.

    Puan juga mengatakan bahwa keputusan mengenai cawapres sepenuhnya di tangan Jokowi, setelah berkomunikasi dengan sejumlah parpol, termasuk PDI Perjuangan.

    Baca: Cerita Muhaimin Temani Amien Rais Meminta Gus Dur Jadi Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.