Saksi: Fredrich Minta Dibuatkan Keterangan Rawat Inap untuk Setya

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus KTP Elektronik, Fredrich Yunadi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 15 Maret 2018. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Perawat Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Apri Sudrajat mengatakan Fredrich Yunadi sempat memintanya membuat surat keterangan rawat inap untuk Setya Novanto yang mengalami kecelakaan.

"Bapak Fredrich datang ke IGD sekitar pukul 17.00. Dia bilang, nanti ada klien saya mau datang dengan keterangan rawat inap kecelakaan mobil ya," kata Apri saat bersaksi untuk terdakwa Fredrich di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Kamis, 29 Maret 2018.

Baca: Sidang Fredrich Yunadi, Jaksa Hadirkan 3 Perawat RS Permata Hijau

Mendengar permintaan Fredrich, Apri lantas menolaknya. Ia mengatakan tidak punya wewenang membuat surat keterangan rawat inap. Dia mengatakan hanya dokter yang memiliki wewenang tersebut.

Baca: Setya Novanto dan Fredrich Yunadi Wajib Jadi Saksi untuk Bimanesh

Karena itu, Apri lantas memanggil Kepala IGD RS Medika Michael Chia Cahaya untuk menemui Fredrich. Saat bertemu, Apri mengatakan Fredrich kembali meminta Michael membuatkan surat keterangan Setya mengalami kecelakaan. "Tapi dokter Michael juga menolak membuat surat keterangan itu," kata dia.

Fredrich Yunadi merupakan mantan pengacara Setya Novanto. KPK mendakwa Fredrich telah memanipulasi perawatan Setya di RS Medika untuk menghalangi penyidikan terhadap kliennya itu. Fredrich diduga telah memesan kamar rawat VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum kecelakaan menimpa Setya pada 16 November 2017.






Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

27 September 2021

Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

Berbagai cara dilakukan untuk menyangkal tuduhan korupsi, mulai dari membawa nama-nama tuhan hingga mengaku hilang ingatan,


Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

7 November 2020

Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

Fredrich menuding Setya Novanto belum membayar jasanya selama menjadi pengacara terpidana kasus korupsi proyek e-KTP itu.


Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

24 Oktober 2020

Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

Fredrich Yunadi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara menghalang-halangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto


KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

22 Oktober 2018

KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kemudian menguatkan putusan Pengadilan Tipikor terhadap Fredrich Yunadi dengan hukuman 7 tahun penjara.


Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

13 Oktober 2018

Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

Fredrich Yunadi menyatakan tak menerima putusan pengadilan tinggi yang menguatkan putusan di tingkat pertama, yakni 7 tahun penjara.


Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

10 Oktober 2018

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetap menghukum pengacara Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dalam kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP.


KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

8 Juli 2018

KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

KPK mengajukan banding atas vonis 7 tahun kepada bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.


Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

29 Juni 2018

Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

Fredrich Yunadi mengatakan dirinya harus bebas murni.


Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

Fredrich Yunadi divonis 7 tahun penjara.


Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

Majelis hakim Pengadilan Tipikor menghukum Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.