Hashim: Kesehatan dan Logistik Jadi Pertimbangan Prabowo Nyapres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Ketua DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan sejumlah hal sebelum mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk maju dalam pilpres 2019.

    "Yang menentukan semua Tuhan Yang Maha Esa. So anything is possible," kata Hashim di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

    Baca: Deklarasi Prabowo Subianto Sebagai Capres 11 April

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kemungkinan akan dicalonkan kembali dalam pilpres 2019 oleh partainya. Namun, hingga kini, Gerindra belum kunjung mendeklarasikan pencalonan tersebut meski sejumlah DPD Gerindra telah menyampaikan dukungannya kepada Prabowo.

    Ketika ditanya soal keyakinan Prabowo untuk maju menjadi calon presiden, Hashim menjawab, "Oh, maju."

    Hashim mengatakan partainya mempertimbangkan faktor kesehatan dan logistik sebelum memastikan mendukung Prabowo. "Kalau cawapresnya nanti ada akses ke logistik itu, Alhamdulillah, Puji Tuhan," ujar dia.

    Baca: Gerindra Ajak PKS Bahas Anies Baswedan untuk Cawapres Prabowo

    Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo mengatakan deklarasi dukungan bukanlah yang utama. Sebab, menurut dia, penentuan pasangan calon akan dipastikan pada masa pendaftaran calon pada 4-10 Agustus 2018. "Siapa calonnya nanti kita lihat saja di Imam Bonjol (kantor KPU) nanti siapa yang datang," kata dia.

    Menurut Aryo, Partai Gerindra masih akan memerlukan tambahan kursi melalui koalisi agar dapat mengusung calon presiden. "Kita perlu 39 kursi. Cawapres kami tentu yang mampu bisa mengumpulkan kekurangan kursi," ujarnya.

    Baca: Soal Pidato Indonesia Bubar, Prabowo Subianto: Agar Kita Waspada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.