Pertemuan Gatot Nurmantyo dan Prabowo, Gerindra: Daftar Capres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam paparannya pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 27 September 2017. Diskusi ini mengangkat tema Pancasila dan Integrasi Bangsa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam paparannya pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 27 September 2017. Diskusi ini mengangkat tema Pancasila dan Integrasi Bangsa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan mantan Panglima TNI Jenderal, Gatot Nurmantyo, dan Prabowo Subianto dibenarkan anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra, Muhammad Syafii. Syafii menyebutkan Gatot datang untuk menyatakan dirinya maju dalam pemilihan presiden 2019.

    "Pak Gatot kan datang, ya, mendaftarlah untuk menjadi capres," kata Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. Meski begitu, kata dia, Partai Gerindra belum memastikan formasi calon presiden dan wakilnya untuk diusung dalam pilpres.

    Baca juga: Pilpres 2019, RSPN Dorong Gatot Nurmantyo Jadi Capres Alternatif

    Pengajuan diri Gatot, Syafii menjelaskan, dilakukan ketika partainya belum membuka ruang pendaftaran untuk pengajuan diri calon presiden dan wakil presiden yang diusung Gerindra. "Cuma dia datang menyatakan, bila memang memungkinkan, siap," kata Syafii.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pertemuan tersebut adalah pertemuan antara senior dan junior di lembaga TNI. Ia tak memastikan pertemuan itu membahas ihwal pencapresan.

    Meski ditawar Gatot, Syafii memastikan bahwa Partai Gerindra bakal mengusung kembali Prabowo sebagai calon presiden pada 2019. "Siapa yang menjadi cawapres, saya kira masih banyak pertimbangan," ujarnya. Ia memberi syarat bahwa calon wakil presiden harus mampu meningkatkan elektabilitas Prabowo.

    Baca juga: Saran Gerindra Jika Gatot Nurmantyo Ingin Jadi Calon Presiden

    Partai Gerindra, kata Syafii, juga masih akan melihat konfigurasi politik menjelang masa pendaftaran calon. Tujuannya, memantapkan koalisi partai politik pengusung Prabowo. "Gerindra tidak bisa usung sendiri calon presidennya. Konfigurasi politik untuk mengukuhkan dukungan itu bisa menentukan siapa yang akan menjadi pendamping Pak Prabowo," katanya.

    Partai Gerindra ada kemungkinan mengusung kembali Prabowo dalam pilpres 2019. Prabowo dikabarkan akan mendeklarasikan dirinya pada April mendatang.

    Bahkan Gerindra menyatakan telah mengantongi setidaknya 15 nama, baik dari parpol maupun nonparpol, untuk disandingkan menjadi cawapres Prabowo. Nama Gatot Nurmantyo menjadi salah satu nama yang masuk radar Gerindra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.