Minggu, 22 April 2018

Hashim Tak Bantah Upaya Lingkaran Jokowi Pinang Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan tidak membantah adanya upaya dari lingkaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk meminang Prabowo menjadi calon wakil presiden.

    "Saya senyum saja. Tidak bantah," kata Hashim di sela acara Wadah Global Gathering di Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

    Informasi atas upaya lingkaran Jokowi meminang Prabowo sebagai cawapres pertama kali diutarakan Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon kepada media awal Maret 2018.

    Baca juga: Ahmad Heryawan Dinilai Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres 2019

    "Ya, adalah utusan-utusan yang datang menawarkan, termasuk bergabung, Pak Prabowo masuk sebagai cawapres. Namanya dalam politik ini sah-sah saja," ucap Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 2 Maret 2018.

    Ketika ditanya, apakah orang yang berusaha melobi Prabowo adalah Luhut Binsar Pandjaitan, Hashim pun memilih menjawab dengan senyum.

    "Saya senyum saja. Saya kan orang Jawa, Anda bisa terjemahkanlah, Anda bisa tafsirkan," ujarnya.

    Lebih jauh, jika Prabowo maju sebagai capres 2019, Hashim menuturkan kalangan mana pun berpeluang menjadi pendamping Prabowo.

    Baca juga: Pengamat: Yang Bisa Menambah Suara Prabowo Hanya Mahfud MD

    Menurut dia, yang terpenting, sosok pendamping Prabowo itu haruslah nasionalis-religius. "Tidak menutup kemungkinan militer, bisa sipil, bisa aktivis, bisa anak muda, bisa lebih senior," katanya.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.