Ahmad Heryawan Dinilai Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengunjungi salah satu objek wisata populer Tebing Keraton  di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Selasa, 13 Februari 2018.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengunjungi salah satu objek wisata populer Tebing Keraton di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Selasa, 13 Februari 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan disebut paling cocok mendampingi Prabowo Subianto jika maju sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    "Kalau menurut saya pribadi, ya Aher (Ahmad Heryawan) untuk mendampingi Prabowo," kata Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade ketika diminta tanggapannya soal sembilan nama yang diajukan PKS sebagai cawapres, di Jakarta, Rabu, 22 Maret 2018.

    Sembilan nama dari internal PKS yang diajukan sebagai cawapres, antara lain, Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Sohibul Iman, Tifatul Sembiring, Salim Assegaf, Muzammil Yusuf dan lainnya.

    Baca juga: Jika Prabowo Subianto Capres 2019, PKS Cawapres, Kata Hidayat...

    Ia berpendapat Ahmad Heryawan telah memiliki pengalaman yang cukup banyak dan rekam jejak yang baik sebagai pejabat di Jawa Barat "Aher bisa mewakili Jabar, yang merupakan 17,5 persen pemilih di Indonesia," kata Andre seraya menyebutkan elektabilitas Aher lebih tinggi ketimbang delapan nama yang lain.

    Namun demikian, kata dia, belum ada keputusan bersama dengan mitra koalisi terkait pendamping Prabowo Subianto "Tentunya nanti ya, setelah deklarasi Pak Prabowo sebagai capres pada April 2018," katanya.

    Penentuan pendamping Prabowo, kata dia, harus ada kesepakatan bersama dengan mitra koalisi, baik itu koalisi kecil (Gerindra dan PKS) maupun koalisi besar dengan menambah partai lain.

    "Hingg saat ini kita intens menjalin komunikasi dengan PKS. Termasuk PAN, PKB dan Demokrat," ujarnya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan, partainya akan berembuk dengan mitra koalisi terkait sembilan calon wakil presiden (cawapres) yang diajukan dari internal partai pimpinan Sohibul Iman tersebut.

    "Sebelum memutuskan, kami akan berembuk terlebih dahulu dengan mitra koalisi dengan Partai Gerindra. Mudah-mudahan PAN juga bisa ikut terlibat dan partai lainnya," kata Hidayat Nur Wahid usai melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI di Gedung Graha Bhumi Phala Setda Temanggung, Jawa Tengah, Selasa, 20 Maret 2018.

    Baca juga: 9 Nama Ini Masuk Bursa Cawapres Majelis Syuro PKS

    Menurut dia, dengan syarat minimal 20 persen ambang batas mengajukan capres, mengharuskan PKS untuk berkoalisi dengan partai lain.

    "Mitra koalisi kita tentu terbatas karena lima parpol sudah mendukung Pak Jokowi. Perbedaan pilihan ini jangan disalahartikan bahwa kita bermusuhan. Namun ini merupakan pilihan demokratis," katanya.

    Ia mengatakan, pengajuan sembilan cawapres dari internal PKS itu merupakan bagian untuk memberikan alternatif kepada masyarakat tentang calon yang baru.

    "Kita akan rembukan bersama-bersama, siapa yang akan disepakati sebagai capres dan cawapres. Yang penting PKS sudah menyiapkan," kata Hidayat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.