Rommy PPP: Pilpres 2019, Pertarungan Ulang Jokowi-Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam kunjungannya di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, 3 Februari 2018. Jokowi tampil kompak mengenakan sarung bersama Romahurmuziy. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam kunjungannya di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, 3 Februari 2018. Jokowi tampil kompak mengenakan sarung bersama Romahurmuziy. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy menilai secara realitas politik sulit untuk memunculkan calon presiden alternatif untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    "Dalam politik kita boleh punya idealisme, tapi ketika bertarung di lapangan kita lihat realitas," katanya usai menjadi pembicara seminar dalam rangka HUT Ke-51 Universitas Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 17 Maret 2018.

    Menurut Rommy, sapaan akrabnya, untuk menjadi capres paling tidak harus memiliki tiga modal, yakni politik, sosial, dan finansial.

    Baca juga: Gerindra Bakal Deklarasikan Prabowo Calon Presiden Awal April

    Modal politik, kata dia, setidaknya capres harus memenuhi syarat 20 persen dari total kursi DPR atau 112 kursi.

    Modal sosial, lanjut dia, seorang capres harus memiliki rekam jejak yang baik dan elektabilitas yang tinggi yang cukup untuk memenangi pertarungan.

    Sementara modal finansial jelas diperlukan karena untuk menjadi capres jelas memerlukan biaya politik yang besar.

    "Sampai saat ini kita lihat tidak ada yang punya modal yang cukup untuk dipertandingkan untuk apa berpayah-payah menginisiasi sebuah rekayasa yang secara politik hitungannya tidak mungkin," katanya.

    Baca juga: Golkar Bentuk Relawan Gojo untuk Pemenangan Jokowi di Pilpres

    Oleh karena itu, ia meyakini Pilpres 2019 merupakan pertarungan ulang Jokowi-Prabowo dengan komposisi partai pengusung yang mungkin berbeda dari pilpres sebelumnya.

    Menurut dia, sejumlah pertemuan elit partai untuk membentuk poros ketiga kecil kemungkinan terwujud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.