Golkar Belum Jaring Gatot Nurmantyo untuk Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat mengumumkan kepengurusan Partai Golkar yang baru di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat mengumumkan kepengurusan Partai Golkar yang baru di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan partainya belum menjaring calon wakil presiden untuk mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pemilihan umum 2019. Golkar masih konsentrasi dengan pemilihan kepala daerah.

    Sejumlah nama dikabarkan akan diusung Golkar untuk menjadi pendamping Jokowi. Salah satunya adalah Airlangga sendiri. Saat dimintai komentar, Airlangga tak banyak bicara. "Kami belum mengagendakan itu," katanya di kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis, 15 Maret 2018.

    Baca juga: Maju Pemilu 2019, Golkar Belum Bahas Cawapres untuk Jokowi

    Nama Gatot Nurmantyo juga sempat mencuat menjadi kandidat pendamping Jokowi. Mantan Panglima TNI itu akan pensiun pada 31 Maret. Namun, Airlangga menyatakan, partainya belum menjaring Gatot.

    Airlangga menuturkan Golkar baru memutuskan mendukung Jokowi. Ihwal koalisi dan cawapres, Golkar masih menunggu hasil pilkada. Pembahasan mengenai pilpres akan digelar seusai pilkada berakhir.

    "Sekarang kami masih konsentrasi pilkada karena koalisi sifatnya pelangi," katanya. Golkar menjalin koalisi dengan beberapa partai berbeda di berbagai daerah. Contohnya, Golkar menjalin koalisi dengan PDIP di Riau, sedangkan di Jawa Barat partai yang digandeng adalah Partai Demokrat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.