Rabu, 19 Desember 2018

Keponakan Setya Novanto Dapat Rp 30 Juta untuk Jadi Caleg Golkar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus korupsi e-KTP yang juga merupakan keponakan dari Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi bersiap untuk memberikan kesaksian dalam sidang kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 Maret 2018. Dalam kasus ini, Irvanto disebut menerima uang sebesar 3,5 juta dollar AS dari PT Biomorf Mauritius melalui perusahaan penukaran uang dari Singapura. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Tersangka kasus korupsi e-KTP yang juga merupakan keponakan dari Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi bersiap untuk memberikan kesaksian dalam sidang kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 Maret 2018. Dalam kasus ini, Irvanto disebut menerima uang sebesar 3,5 juta dollar AS dari PT Biomorf Mauritius melalui perusahaan penukaran uang dari Singapura. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, mengaku mendapatkan uang Rp 30 juta dari tersangka kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Made Oka Masagung, untuk maju sebagai calon legislatif dari Partai Golkar.

    “Pak Made Oka mau sponsorin saya Rp 100 juta untuk maju di dapil (daerah pemilihan),” kata Irvanto saat bersaksi dalam sidang Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca: Setya Novanto Sebut Keterlibatan Made Oka dan Irvanto di E-KTP

    Menurut Irvanto, Made Oka memberikan dana Rp 100 juta kepadanya untuk pindah dari dapil Jawa Barat 3 ke Jawa Tengah 3.

    Jaksa penuntut umum pun bertanya apakah Made Oka ingat Irvanto berniat maju sebagai calon legislatif. Namun Made Oka menjawab lupa. Dia juga mengaku tidak pernah memberikan uang kepada Irvanto.

    Baca: Saksi Lupa, Hakim Sidang Setya Novanto Ingat Aneka Ria Safari

    Jawaban Made Oka pun dikonfrontasi dengan pengakuan Irvanto. Irvanto mengatakan sudah lima kali bertemu dengan Made Oka di rumah Setya.

    Irvanto menuturkan Made Oka sebenarnya mengetahui dirinya sedang mencalonkan diri. “Saat itu ada laporan perpindahan dapil kepada Setya sebagai Ketua Fraksi Golkar, kebetulan di situ ada Pak Oka,” ujarnya.

    Made Oka dan Irvanto merupakan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi perantara aliran jatah proyek e-KTP. Made Oka diduga menyalurkan uang US$ 3,8 juta, yang didapat dari PT Biomorf Mauritus. Sedangkan Irvanto menyalurkan uang US$ 3,5 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.