Sabtu, 21 Juli 2018

Setya Novanto, Buku Hitam dan Kerinduan pada Anak Bungsu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto bersiap menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,  12 Maret 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto bersiap menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, 12 Maret 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP Setya Novanto selalu membawa buku catatan berwarna hitam di setiap persidangannya. Selain mencatat perjalanan sidangnya, buku yang dibawa Setya Novanto itu berisi juga foto anak bungsunya, Giovano Farell, 11 tahun.

    Menurut Setya Novanto, foto itu bisa jadi pengobat rindunya pada sang anak yang merupakan buah cintanya dengan istrinya Deisti Astriani Tagor. "Waduh rindu banget," kata dia sebelum sidang yang berlangsung pada Senin, 12 Maret 2018.

    Baca juga: Soal Peran Ponakannya di Kasus E-KTP, Setya Novanto: Tanya ke Dia

    Foto Farell ditempel di balik cover depan buku hitamnya. Farell tampak berpose menghadap kamera sambil bergaya dengan tangan membentuk angka dua. Menurut Setya Novanto selama tiga bulan mendekam di tahanan KPK, ia memang rindu berat dengan anak dan keluarganya.

    Selain foto, di buku tersebut Setya juga sengaja menyimpan beberapa lembar karya seni dan coret-coretan buatan Farell. Uniknya, anak bungsunya itu beberapa kali menuliskan nama ‘Novanto’ yang dihias sedemikian rupa.

    Selain tulisan ‘Novanto’, di buku itu Farell juga menuliskan huruf ‘SN’ yang dibuat seperti kaligrafi. Ada juga tulisan ‘Dad’ dan angka satu yang digambar dengan ukuran besar.

    “Nah ini gambarnya nih. For dad, I Love You by Farell,” ujar Setya. Setya mengatakan gambar-gambar tersebut dibuat ketika Farell menengok dirinya di Penjara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan.

    Setya mengatakan anaknya kerap berkunjung ke penjara KPK bersama ibunya, Deisti Astriani Tagor. Saat berkunjung, Farell pun kerap bertanya kepada Setya terkait nasib ayahnya di penjara.

    Dari penjelasan Setya, Farell khawatir ayahnya tidak senang dengan makanan di penjara. Selain itu Farell juga bertanya apakah sang ayah bisa bermain tenis yang menjadi olahraga favoritnya.

    “Saya bilang di sini adanya tenis meja. Karena dia tahu saya senang olahraga jadi dia tanyakan,” kata Setya.

    Baca juga: Nasib JC Setya Novanto Akan Diumumkan di Sidang Tuntutan

    Setya mengatakan dirinya terbuka dengan Farell terkait kasus yang ia hadapi sekarang. Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu berujar, ia tidak segan menceritakan ke sang anak bahwa dirinya terjerat kasus e-KTP. Menurut Setya, keterbukaan tersebut penting agar terhindar dari kesalahpahaman.

    “Tetapi dia kuat, saya juga bangga. Saya pikir dia minder di sekolahnya, tetapi saya lihat dia sangat tabah,” ujar Setya.

    Setya merupakan terdakwa kasus korupsi e-KTP. Saat ini ia sedang menjalani sidang yang berlangsung Senin dan Kamis. Sidang yang ia ikuti sudah sampai ke agenda mendengarkan saksi-saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    JPU mensinyalir Setya berperan sebagai orang yang meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR pada medio 2010-2011, saat dia masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

    Atas perannya, Setya Novanto disebut menerima total fee US$ 7,3 juta. Dia juga diduga menerima jam tangan merek Richard Mille seharga US$ 135 ribu. Setya didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.