Gerindra: Calon Wakil Presiden Prabowo Harus Generasi Milenial

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) mengangkat tangan calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat (kanan) saat jumpa pers di kediamannya, Padepokan Garudayaksa, Bukit Hambalang, Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017) ANTARAFOTO

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) mengangkat tangan calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat (kanan) saat jumpa pers di kediamannya, Padepokan Garudayaksa, Bukit Hambalang, Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017) ANTARAFOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyuono mengatakan kader partai mengusung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju menjadi calon presiden pada 2019. Prabowo, kata Arief, bersedia maju jika mendapatkan dukungan dan menginginkan calon wakilnya dari kalangan generasi muda. "Pak Prabowo memang harus memilih cawapresnya yang muda biar imbang," katanya, Sabtu, 3 Maret 2018.

    Menurut dia, suara dari generasi milenial sangat menentukan kemenangan pemilu presiden tahun depan. Apalagi Indonesia sudah memasuki era keemasan dan mendapat bonus demografi. "Jadi harus mengerti generasi milenial dan menghadapi ekonominya," ujarnya.

    Baca:
    Lima Nama Cawapres Jokowi dan Prabowo ...
    Cawapres Jokowi, Tiga Nama Tokoh ini ...

    Meski begitu, keputusan memilih calon wakil yang akan mendampingi Prabowo akan ditentukan berdasarkan keputusan partai koalisi. Arief akan mendorong generasi milenial dari perempuan, seperti Wali Kota Surabaya Tri Risma, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Puti Guntur Soekarno.

    "Mereka bisa menentukan kemenangan,” ucapnya. Apalagi suara perempuan juga terbanyak. Menurut Arief, jarang partai mempertimbangkan wanita untuk menjadi wakil presiden. “Padahal suara mereka yang menentukan," tuturnya.

    Baca juga: Ketika Prabowo Hati-hati Tanggapi Usulan Jadi ...

    Kalangan pegiat antikorupsi, seperti Abraham Samad, kata dia, juga bisa masuk bursa cawapres tahun depan. Alasannya, dia mempunyai rekam jejak yang baik.

    Kader partai pun juga masih berpeluang masuk ke bursa, seperti Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional dan Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa. Namun, menurut dia, jika ingin menarik massa harus diimbangi dari generasi milenial yang menarik dan punya otak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.