Ketika Prabowo Hati-hati Tanggapi Usulan Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hati-hati menanggapi soal munculnya gagasan dirinya dalam bursa calon wakil presiden untuk Joko Widodo atau Jokowi. Prabowo mengatakan bakal menunggu keputusan partainya soal pencalonannya maju dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.

    "Saya sebetulnya mandataris partai saya. Saya akan mendengarkan suara partai, suara rakyat, suara sahabat-sahabat, suara mitra," kata Prabowo di rumahnya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 1 Maret 2018.

    Baca: Deklarasi Pencapresan, Prabowo: Kalau Telenovela Ada Episodenya

    Prabowo pun memberi jawaban yang tegas soal keputusan sejumlah kadernya untuk kembali maju sebagai calon presiden yang diusung Partai Gerindra. Menurut dia, keputusan itu akan diambil setelah berkomunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra dan partai koalisinya.

    Prabowo, yang juga mantan Komandan Jenderal Komando Jenderal Pasukan Khusus, menegaskan bakal mengutamakan kepentingan nasional sebelum memutuskan maju atau tidak sebagai calon presiden. "Apa pun keputusan, saya selalu mengutamakan kepentingan nasional dan rakyat, yang terbaik untuk rakyat. Itu yang kami akan lakukan," kata Prabowo.

    Sebelumnya, sejumlah lembaga survei merilis kemungkinan kompetisi antara Prabowo dan Joko Widodo bakal kembali bersaing dalam Pemilihan Presiden 2019. Namun, di saat bersamaan muncul gagasan untuk menyandingkan Prabowo menjadi calon wakil presiden untuk Jokowi.

    Baca: Fadli Zon Ungkap Kriteria Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman pun mengatakan, jika wacana itu muncul tidak akan membuat demokrasi tidak sehat. Sebab, kata dia, "Coba kita lihat PKS, Gerindra, PAN bergabung, kemungkinannya nanti Pak Jokowi lawan kotak kosong dan kita melihat itu tidak sehat buat demokrasi kita."

    Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria kembali menegaskan partainya bulat untuk kembali mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada 2019. Ia mengatakan partainya masih akan berkomunikasi dengan sejumlah partai untuk membuka peluang berkoalisi. "Partai Gerindra solid mengusung Pak Prabowo," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.