Negara Diingatkan agar Tak Biarkan Serangan Ulama Berlarut-larut

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Permusyawaran Rakyat Zulkifli Hasan (Zulhasan) bersama tokoh agama pada acara bersama IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) di Gedung MPR RI, Senin, 12 Februari 2018. (dok.MPR)

    Ketua Majelis Permusyawaran Rakyat Zulkifli Hasan (Zulhasan) bersama tokoh agama pada acara bersama IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) di Gedung MPR RI, Senin, 12 Februari 2018. (dok.MPR)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Kediri, yang juga kiai sepuh Nahdlatul Ulama, Anwar Iskandar memperingatkan agar kasus penyerangan terhadap ulama tidak dibiarkan berlarut-larut. Jika dibiarkan, kepercayaan masyarakat kepada negara lambat laun akan turun. “Jika itu terjadi, upaya meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia makin mudah dilakukan,” kata Anwar kepada Tempo, Senin, 19 Februari 2018.

    Anwar mempertanyakan kinerja aparat kepolisian yang cenderung lamban menyelidiki insiden teror ini. Dengan infrastruktur dan kelengkapan teknologi keamanan saat ini, seharusnya aksi ini sudah bisa dicegah dan dilacak siapa dalangnya. “Menemukan teroris sampai orang hilang saja bisa, masak ini sulit sekali?” ucapnya.

    Baca:
    Pondok Pesantren Mulai Bersuara Soal Serangan ke Tokoh Agama
    Jaringan Gusdurian: Penyerangan Tokoh Agama Tak Berdiri Sendiri ...

    Anwar mengatakan penyerangan itu sulit untuk tidak dikaitkan dengan gerakan tertentu. Dia menengarai adanya upaya untuk mengganggu stabilitas keamanan negara menjelang pemilihan umum. “Negara harus hadir dalam situasi seperti ini.” ujarnya.

    Serangan terhadap ulama terjadi di sejumlah daerah dengan sasaran tokoh Islam dan Nasrani. Terakhir, Ahad sore, 18 Februari 2018, pengasuh Pondok Pesantren Karangasem, Paciran, Lamongan, KH Hakam Mubarok diserang orang tak dikenal di kompleks pesantren. Beruntung, Kiai selamat meski sempat jatuh karena dikejar pelaku. Ia sempat dipukul dan ditantang berkelahi. Namun menghindar dan tidak melayani tantangan itu. Belum diketahui identitas pelaku penyerangan itu. Diduga, pelakunya gila.

    Baca juga:
    PWNU Jatim Desak Kepolisian Usut Penyerangan 3 Ulama
    Ketua PHDI: Jangan Terprovokasi Penyerangan Tokoh Agama ...

    Kiai Anwar berspekulasi aksi teror serangan terhdap tokoh agama yang dilakukan orang gila ini memiliki motif tertentu. Apalagi pola penyerangan yang menimpa sejumlah tokoh agama dilakukan kelompok yang sama, yakni orang gila. “Segila-gilanya orang, sasaran mereka kok bisa jelas?” kata Kiai Anwar. 

    Dia juga mengingatkan umat Islam agar berperan aktif meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar agar aksi teror tidak terus terjadi. Peran tokoh masing-masing agama juga dituntut lebih kuat untuk saling menjaga agar tidak terjadi distorsi di akar rumput.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.