Komnas HAM Ikut Memantau Kasus Serangan ke Tokoh Agama

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sandrayati Maniaga, Beka Ulung Hapsara, Munafrizal Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, anggota Komnas HAM Chairul Anam dan Airudin Al Rahab saat konferensi pers terkait pertemuan dengan Komisaris tinggi PBB HE Zeid Raad Al Hussien di kantor Komnas HAM, Jakarta, 5 Januari 2018. TEMPO/Amston Probel

    (ki-ka) Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sandrayati Maniaga, Beka Ulung Hapsara, Munafrizal Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, anggota Komnas HAM Chairul Anam dan Airudin Al Rahab saat konferensi pers terkait pertemuan dengan Komisaris tinggi PBB HE Zeid Raad Al Hussien di kantor Komnas HAM, Jakarta, 5 Januari 2018. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM ikut memantau kasus serangan ke tokoh agama yang sedang marak belakangan ini. Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal, Sandrayati Moniaga mengatakan pihaknya sedang mengkaji pola penyerangan serta kebenaran tentang pelaku yang diduga orang gila.

    "Apakah mereka memang berdiri sendiri atau sebenarnya ada sistematis atau tidak, sedang dipelajari," katanya di kantor Amnesty International Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Februari 2018.

    Sandra mengatakan setelah selesai mempelajarinya, Komnas HAM melihat apakah penyerangan itu merupakan pelanggaran biasa atau pelanggaran berat. Jika ditemukan pelanggaran berat, Sandra mengatakan pihaknya akan membentuk tim ad hoc.

    Baca juga: Serangan ke Tokoh Agama, Gatot Nurmantyo: TNI/Polri Jaga Ulama

    "Kalau ada indikasi pelanggaran HAM berat baru dibentuk tim dan itu penyelidikan sudah pro justitia. Kalau gitu kami sudah harus ada pemberitahuan ke Kejaksaan," katanya.

    Ditemui terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya tengah melakukan penjagaan dan pengamanan para ulama dan pesantren-pesantren. Menurut Iqbal, melalui Bhabinkamtibmas, Polri bekerjasama dengan TNI dan masyarakat untuk pengamanan.

    "Kita kerjasama untuk meniadakan kesempatan bagi para pelaku," katanya di Markas Besar Polri, Kamis, 22 Februari 2018.

    Sejak beberapa hari, Iqbal mengatakan Polri juga telah mengirimkan satuan tugas ke tiga daerah. Daerah itu meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Iqbal mengatakan, tim tersebut diturunkan untuk mencari tahu apakah ada keterkaitan antara satu kasus dengan kasus lainnya. "Mendalami apakah ada benang merah dari kasus-kasus yang terjadi beberapa waktu lalu," katanya.

    Baca juga: Pondok Pesantren Mulai Bersuara Soal Serangan ke Tokoh Agama

    Serangan ke tokoh agama terjadi di sejumlah daerah. Terakhir, pada Ahad, 18 Februari 2018 sore, pengasuh Pondok Pesantren Karangasem, Paciran, Lamongan, KH Hakam Mubarok, mendapat tindakan serupa. Dia diduga diserang orang asing di kompleks pesantren.

    Seminggu sebelumnya, Ahad, 11 Februari 2018, kasus serupa menimpa jemaat Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyakarta. Seorang pria bernama Suliyono memasuki gereja, menyerang dan mengacungkan pedang kepada jemaat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.