Minggu, 27 Mei 2018

DPR Kembali Tunda Pengesahan RKUHP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan sambutan seusai dilantik sebagai Ketua DPR dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 15 Januari 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan sambutan seusai dilantik sebagai Ketua DPR dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 15 Januari 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali memperpanjang masa pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau RKUHP. Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan pengesahan ditunda karena masih banyak pasal perubahan yang belum disepakati di dalam Panitia Kerja RKUHP.

    "Kita harus realistis karena masih ada beberapa pasal yang terjadi diskusi dan perdebatan," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018. Ia menargetkan pembahasan RKUHP selesai pada masa sidang IV berikutnya.

    Baca juga: RKUHP, DPR Terima Rumusan Pasal Perzinahan dari Pemerintah

    Pembahasan RKUHP di DPR memasuki tahap perumusan pasal. Beberapa pasal belum dapat disepakati dan akan diputuskan dalam tingkat Panitia Kerja DPR. Setidaknya, terdapat tiga isu krusial yang belum dapat diambil keputusan, seperti pasal penghinaan presiden dan wakil presiden, percabulan sesama jenis, perjudian, dan tindak pidana korupsi sektor swasta.

    Pembahasan RKUHP menuai reaksi menuntut penundaan pengesahan menjadi undang-undang. Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mochamad Choirul Anam meminta pengesahan RKUHP ditunda. Alasannya, Komnas masih mengajukan permintaan kajiannya diperhatikan dan meminta berbagai masukan dari masyarakat.

    Baca juga: KontraS Menilai RKUHP Masih Berisi Pasal Bermasalah

    Anggota Panitia Kerja RKUHP dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani, mengatakan pembahasan RKUHP masih dalam tingkat tim perumus. Ia mengatakan pihaknya masih membuka ruang masukan untuk RKUHP. "Masih ada paling tidak dua tahap lagi, tahap pleno komisi dan paripurna," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.