Gadis Manado Temukan Garis Mirip Lafaz Allah di Telur Ayam

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telur ayam. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi telur ayam. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Manado - Najwa Khumaira Andaheng, 12 tahun, remaja asal Kelurahan Lawangirung Lingkungan 3 Kota Manado, tak pernah mengira bakal mendapatkan telur ayam yang cangkangnya ada garis mirip lafaz Allah.

    Siswi SMP Muhammadiyah Manado ini awalnya hanya berniat sarapan dengan telur goreng sebelum ke sekolah. "Pagi itu memang suka makan telur, jadi minta uang ke mama untuk beli di warung," kata Najwa kepada Tempo, Jumat, 9 Februari 2018.

    Baca juga: Lafal Allah Ditemukan di Jasad Viking dari Abad 9

    Menurut Najwa, dia kemudian membeli telur seharga Rp2.500 di warung dekat rumahnya. Awalnya tidak ada yang aneh. Namun, saat menuju ke rumah, dia merasa jika telur tersebut berbeda karena pada cangkang telur seperti ada benjolan-benjolan dan diraba kasar.

    Gadis berkulit sawo matang ini pun lalu menyampaikan keanehan telur itu kepada ibunya, Nurniati. Saat diperiksa, mamanya terkejut karena garis-garis timbul membentuk tulisan seperti lafaz Allah.

    "Garis-garis itu sangat menyerupai lafaz Allah, sungguh saya sangat terkejut mengetahui itu," kata Nurniati.

    Nurniati lalu memanggil keluarga seisi rumah untuk memberitahukan telur temuan anaknya. Adiknya, Risdiyanto Abdun (40), yang juga tinggal serumah lalu mengabadikan telur itu dengan kamera ponsel dan memposting ke media sosial.

    Akhirnya Najwa saat itu, tidak jadi berangkat ke sekolah. Sedangkan telur itu tidak jadi digoreng, tapi disimpan dalam wadah yang diberi alas kapas.

    Sejak penemuan telur itu, rumah mereka mulai banyak didatangi tetangga yang penasaran dengan telur ayam dengan cangkang yang terdapat tulisan mirip lafaz Allah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.