Sidang Praperadilan Fredrich Yunadi, Setya Novanto: Urusan Dia

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus korupsi e-ktp Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Terdakwa kasus korupsi e-ktp Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang perdana praperadilan tersangka merintangi penyidikan (obtruction of justice) Fredrich Yunadi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Senin, 5 Februari 2018. Menanggapi hal itu, mantan kliennya, Setya Novanto enggan berkomentar banyak.

    "Urusan Pak Fredrich," kata Setya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 5 Februari 2018.

    Baca: Praperadilan Fredrich Yunadi Hari ini, Pengacara Harap KPK Datang

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Fredrich bersama dengan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo memanipulasi data medis Setya Novanto. KPK menduga manipulasi itu dilakukan untuk menghindarkan Setya dari pemeriksaan KPK.

    Hal itu dilakukan setelah Setya mengalami kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau. Mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik saat hendak menuju Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

    KPK pun menetapkannya sebagai tersangka dugaan obstruction of justice pada 10 Januari 2018. Tak terima tindakan KPK, Fredrich mengajukan praperadilan untuk menggugat penetapan tersangka terhadapnya.

    Sidang praperadilan Fredrich digelar lebih awal dari jadwal semula pada 12 Februari 2018. Fredrich sempat mencabut permohonan praperadilan pertamanya pada Selasa, 23 Januari 2018.

    Baca: Praperadilan Fredrich Yunadi Dipercepat, KPK: Di Luar Kebiasaan

    Alasan pencabutan adalah persidangan tidak segera digelar setelah permohonan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 18 Januari 2018.

    Sebelumnya, KPK telah melimpahkan berkas perkara Fredrich Yunadi ke tahap penuntutan pada Kamis, 1 Februari 2018. Sidang pokok perkara dijadwalkan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis, 8 Februari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.