Kuasa Hukum Setya Novanto Sebut Bukti Jam Richard Mille Tak Kuat

Editor

Amirullah

Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, 1 Februari 2018. Sidang ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail, mengatakan kliennya memiliki beberapa jam tangan merek Richard Mille. Pernyataan ini diungkapkan Maqdir menanggapi bukti berupa foto jam tangan yang diperlihatkan jaksa dalam sidang dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto.

Maqdir mengatakan Setya Novanto memiliki 3-4 jam tangan Richard Mille dengan jenis dan bentuk yang berbeda-beda. "Buat dipakai kan ganti-ganti," kata Maqdir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Februari 2018.

Meski begitu, Maqdir tak mengetahui apakah Setya suka mengoleksi jam tangan mewah.

Baca juga: Andi: E-KTP Diusut, Setya Novanto Kembalikan Jam Richard Mille

Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlihatkan bukti foto jam tangan Richard Mille. Namun, Maqdir menganggap, bukti itu tak kuat.

Jaksa juga memperlihatkan foto percakapan Whatsapp antara Marieta alias Tata dengan salah satu staf di tempatnya bekerja. Tata adalah mantan karyawan toko jam yang hadir dalam persidangan Setya sebagai saksi.

Di foto itu tertulis Tata sedang berkomunikasi Aleng Interwatch. Aleng mengirimkan sebuah foto jam tangan berwarna hitam kuning.

Sesudah itu, jaksa menunjukkan foto Setya yang sedang memakai jam tangan berwarna sama. Jaksa bertanya kepada Tata mengenai kemiripan kedua jam tangan yang terpotret itu. "Memang sama-sama kuning, tapi tidak tahu serinya sama apa tidak," ujar Tata. 

Sebelumnya, terpidana korupsi Andi Agustinus alias Andi Narogong mengaku pernah memberikan hadiah ulang tahun kepada Setya berupa jam tangan merek Richard Mille Seri RM 011 seharga Rp 1,3 miliar pada 12 November 2012.

Kesaksian tersebut disampaikan Andi saat sidang pemeriksaan dirinya sebagai terdakwa kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis, 30 November 2017.

Menurut penjelasan Andi, Johannes Marliem bersama dirinya berinisiatif membelikan Setya Novanto arloji Richard Mille sebagai kado ulang tahun Novanto pada 12 November 2012. Kado ulang tahun ini juga sebagai ucapan terima kasih atas bantuan Setya Novanto dalam penganggaran proyek e-KTP.

Baca juga: Di Sidang Setya Novanto, Hotma Sitompul Cerita Kembalikan Uang

Setya Novanto disebut Andi senang diberikan kado berupa jam itu. "Pak Nov (Setya Novanto) senang dikasih jam. Kami bilang, selamat ulang tahun dan terima kasih atas bantuan selama ini," kata Andi Narogong.

Namun menurut Andi Narogong, sebelumnya dirinya ditangkap pada 2017, dia bertemu Setya Novanto. Menurut Andi, Setya Novanto mengembalikan jam tangan Richard Mille itu ke dirinya. "Ini ribut-ribut e-KTP saya kembalikan jamnya," kata Andi menirukan Setya Novanto.

Menurut Andi, jam tangan mewah itu kemudian dijualnya ke salah satu toko di Blok M. "Saya jual Rp 1 miliar sekian," ujarnya.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

15 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

49 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

29 Juni 2022

KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

Gamawan Fauzi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.


KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

27 Juni 2022

KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan uang itu bisa kembali ke Indonesia karena bantuan pemerintah Amerika Serikat dalam kasus korupsi e-KTP.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.