Gubernur Diminta Urus Pertikaian Bupati Tolitoli dan Wakilnya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai berkunjung ke rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, 8 Januari 2018. Tempo/Adam Prireza

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai berkunjung ke rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, 8 Januari 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta Gubernur Sulawesi Tengah menyelesaikan persoalan yang terjadi antara Bupati Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan dan wakilnya, Abdul Rahman H. Buding.

    "Dirjen kami sudah mengecek ke sana. Pada prinsipnya, wakil pemerintah pusat di daerah itu gubernur. Untuk urusan konflik yang ada di tingkat bupati dan wali kota, kami serahkan kepada gubernur," kata Tjahjo saat ditemui di kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Februari 2018.

    Baca juga: Banjir Tolitoli, 10 Rumah Hanyut dan 15 Ruas Jalan Terendam  

    Tjahjo meminta Gubernur Sulawesi Tengah mencari tahu penyebab perkelahian di antara pasangan pemimpin Kabupaten Tolitoli yang terjadi di tempat umum. "Itu kan tidak etis. Tidak pantas sebagai seorang pemimpin di daerah. Sebagai panutan di daerah seharusnya memberikan contoh," katanya.

    Meski mendapat perintah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, Tjahjo mengatakan penyelesaian masalah tersebut dilakukan secara bertahap. Gubernur Sulawesi Tengah akan membuat laporan tertulis, lalu disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri. "Nanti kami kliping masalahnya. Kami ingin laporan resmi," ujarnya.

    Pertengkaran yang terjadi antara Mohammad Saleh Bantilan dan Abdul Rahman H. Buding sebelumnya terungkap dari sebuah video yang viral di media sosial.

    Baca juga: Tolitoli Dilanda Banjir Setinggi Satu Meter, Tiga Desa Terendam

    Video berdurasi 59 detik itu memperlihatkan pria berkemeja biru sedang marah-marah. Pria tersebut diketahui adalah Abdul Rahman. Ia naik ke panggung saat Saleh Bantilan sedang melantik pejabat fungsional dan struktural di Gedung Wanita Tolitoli.

    Seusai perkelahian tersebut, Saleh Bantilan melaporkan Abdul Rahman ke Kepolisian Resor Tolitoli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.