Di Pakistan, Presiden Jokowi Lihat-lihat Kokpit Pesawat Tempur

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat berada di kokpit pesawat tempur JF-17 Thunder di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, Pakistan 27 Januari 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi saat berada di kokpit pesawat tempur JF-17 Thunder di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, Pakistan 27 Januari 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan beberapa menteri yang berkunjung ke Pakistan mengikuti upacara kenegaraan di Prime Minister’s House di Islamabad, Pakistan, Sabtu 27 Januari 2018. Dalam upacara itu, Presiden Jokowi menyaksikan atraksi pesawat tempur JF-17.

    Ketika hendak meninggalkan Pakistan dan menuju ke Bangladesh, Jokowi melihat pesawat itu di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, Pakistan yang tidak jauh dari Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. "Presiden menaiki kokpit pesawat itu dan memperhatikan panel-panel pesawat tempur itu." Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menyampaikannya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 28 Januari 2018.

    Baca:
    Joko Widodo ke Pakistan, Warga Indonesia Menunggu di Hotel
    Presiden Jokowi Akan Tetap Kunjungi Afghanistan

    JF-17 Thunder adalah pesawat tempur ringan bermesin tunggal. Pesawat multi peran ini dikembangkan bersama oleh industri kedirgantaraan Pakistan dan Tiongkok.

    Presiden Joko Widodo mengunjungi berbagai negara di Asia Selatan selama lima hari. Negara yang akan didatangi adalah Sri Lanka, India, Pakistan, Bangladesh, dan Afganistan.

    Baca juga: 
    Jokowi: Umat Islam Korban Terbanyak Konflik dan Terorisme
    Jokowi Sebut Ia Presiden Pertama yang Datang ...

    Sebelum ke Pakistan, Presiden Jokowi berkunjung ke New Delhi, India. Di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-India itu ia membahas sektor kemaritiman serta isu-isu internasional dan kawasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.