Akui Perbuatannya, Perawat RS National Hospital Minta Maaf

Perawat National Hospital ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap pasien perempuan di Mapolrestabes Surabaya, 27 Januari 2018. TEMPO/Artika Farmita

TEMPO.CO, Surabaya - Perawat Rumah Sakit National Hospital Surabaya, ZA, berjalan diapit dua polisi. Mengenakan seragam biru tahanan nomor 83, pria berusia 30 tahun itu digiring menemui awak media.

Perawakannya agak gempal, tinggi badan sekitar 160 sentimeter, hanya bisa menundukkan kepalanya. Wajahnya ditutupi topeng. Dia tak sedikit pun mengarahkan wajahnya ke arah wartawan yang meliput di kantor Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Sabtu, 27 Januari 2018.

Baca: Polisi Tetapkan Perawat National Hospital sebagai Tersangka

Polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan berinisial W, 30 tahun. “Tadi malam kami menetapkan ZA sebagai tersangka terkait perkara perbuatan cabul terhadap korban di sebuah rumah sakit di kota Surabaya,” kata Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Rudi Setiawan dalam jumpa wartawan, Sabtu, 27 Januari 2018.

Kasus pelecehan seksual ini sempat menghebohkan dunia maya setelah video W yang tengah marah dan menangis, beredar luas. Dalam rekaman berdurasi 52 detik itu, W merasa dilecehkan saat berada di ruang pemulihan usai menjalani operasi kandungan pada Selasa, 23 Januari 2018.

ZA mengaku melakukan tindakan tersebut karena khilaf. "Baru sekali ini," ujarnya lirih saat ditanyai oleh Kapolrestabes Surabaya di hadapan wartawan.

Baca: Cerita Pelarian Pelaku Pelecehan Seksual di National Hospital

Kepada Rudi, ZA meminta izin untuk menyampaikan permintaan maaf. ZA kemudian maju satu langkah. "Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada Bu W dan juga masyarakat semuanya, khususnya teman-teman perawat seluruh Indonesia," ucapnya dengan kepala tetap merunduk.

ZA lalu menghela nafas, kemudian melanjutkan kalimatnya dengan nada yang terbata-bata. “Saya juga minta maaf kepada istri saya, keluarga saya, terutama ibu saya. Saya minta maaf dan sangat menyesal,” katanya sambil sesenggukan.

Kapolresta Rudi yang berdiri di sampingnya selama jumpa pers kemudian menepuk bahu ZA dan mempersilakannya untuk kembali ke ruang pemeriksaan.

Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada Selasa, 23 Januari 2018, pukul 11.30-12.00. Ketika itu, sesuai prosedur, W dipindahkan dari kamar operasi menuju ruang pemulihan. “Diraba-raba payudaranya dua sampai tiga kali. Istri saya terasa, sadar, tapi enggak berdaya,” kata suami W di Markas Polrestabes Surabaya, Kamis, 25 Januari 2018.

Meski perawat RS National Hospital ZA akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf, suami W memutuskan tetap menuntut keadilan. Ia pun menyesalkan mengapa rumah sakit tak memberi perawat perempuan. “Istri saya terpukul, psikisnya terganggu, dan stres berat. Diajak orang bicara enggak konsentrasi, ngalor-ngidul. Rumah sakitnya juga salah, seharusnya diberi perawat perempuan. Kenapa diberi perawat laki-laki?” katanya.






Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

2 hari lalu

Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

Komnas HAM dan Komnas Perempuan diminta menarik kembali pernyataan resmi soal dugaan pelecehan seksual Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.


Dampak Pelecehan Seksual, Anak Depresi dan Mau Bunuh Diri

3 hari lalu

Dampak Pelecehan Seksual, Anak Depresi dan Mau Bunuh Diri

Psikolog menyebut anak di bawah umur yang mengalami pelecehan seksual bisa mengalami depresi berat dan menyebabkan ingin bunuh diri.


Skandal Pelecehan Seks Uskup Belo, Vatikan: Sudah Diberi Sanksi Sejak 2019

6 hari lalu

Skandal Pelecehan Seks Uskup Belo, Vatikan: Sudah Diberi Sanksi Sejak 2019

Vatikan mengkonfirmasi bahwa Uskup Belo telah berada di bawah sanksi disiplin selama dua tahun terakhir atas tudhan pelecehan seksual


Top 3 Dunia: Uskup Belo Dituding Pelaku Pelecehan Seksual

7 hari lalu

Top 3 Dunia: Uskup Belo Dituding Pelaku Pelecehan Seksual

Berita Top 3 Dunia pada Kamis 29 September 2022 diawali oleh kabar Uskup Belo dituding melakukan pelecehan seksual


Sosok Uskup Belo, Tokoh Timor Leste yang Diduga Terlibat Pelecehan Seksual

7 hari lalu

Sosok Uskup Belo, Tokoh Timor Leste yang Diduga Terlibat Pelecehan Seksual

Uskup Belo dan Ramos-Horta dianugerahi Nobel Perdamaian pada 1996 atas upaya mereka meraih solusi yang adil dan damai dalam konflik di Timor Leste.


Vatikan Tanggapi Dugaan Pelecehan Seksual Uskup Belo

7 hari lalu

Vatikan Tanggapi Dugaan Pelecehan Seksual Uskup Belo

Vatikan akan memeriksa informasi terkait laporan majalah Belanda mengenai pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Uskup Belo dari Timor Leste.


Peraih Nobel Perdamaian Uskup Belo dari Timor Leste Dituding Lecehkan Anak Laki-laki

7 hari lalu

Peraih Nobel Perdamaian Uskup Belo dari Timor Leste Dituding Lecehkan Anak Laki-laki

Media Belanda menyebut bahwa Uskup Belo dari Timor Leste pernah melecehkan anak laki-laki. Uskup Belo adalah perah Nobel Perdamaian.


Polisi Tetapkan Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Sebagai Tersangka

8 hari lalu

Polisi Tetapkan Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Sebagai Tersangka

Polres Metro Depok menetapkan pelaku pelecehan seksual di KRL sebagai tersangka. Terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun.


Constance Wu Alami Pelecehan Seksual dari Produser Stikom Fresh Off the Boat

9 hari lalu

Constance Wu Alami Pelecehan Seksual dari Produser Stikom Fresh Off the Boat

Telah lama diam, Constance Wu akhirnya mengaku mengalami banyak pelecehan seksual dan intimidasi saat membintangi Fresh Off the Boat.


KAI Commuter Beri Penjelasan Mengapa Pelecehan Seksual di KRL Terus Berulang

12 hari lalu

KAI Commuter Beri Penjelasan Mengapa Pelecehan Seksual di KRL Terus Berulang

KAI Commuter menyatakan sudah melakukan berbagai upaya agar pelecehan seksual tak terjadi. Tapi mengapa terus berulang?