5 Fakta Sidang Setya Novanto, Dari Nama SBY hingga Hakim Tertawa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto berbincang dengan penasihat hukumnya Maqdir Ismail saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. ANTARA

    Terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto berbincang dengan penasihat hukumnya Maqdir Ismail saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. ANTARA



    4. Setya Novanto Minta Maaf
    Setya membantah turut campur tangan dalam pembahasan anggaran proyek e-KTP. Ia juga memohon maaf kepada Irman karena sengaja menolak kedatangan pejabat Kementerian Dalam Negeri itu.

    "Irman pernah ke rumah saya bersama Pak Andi (Narogong), tapi tidak masuk. Saya mohon maaf," kata Setya.

    Setya mengaku keberatan dengan kedatangan pihak tertentu yang ingin membahas masalah anggaran. Padahal, kata Setya, dia biasa menerima tamu di jam berapa pun, bahkan ketika sudah berganti hari.

    Kebiasaan menerima tamu jam berapa pun itu, kata Setya, diterapkan saat dia menjabat Ketua Fraksi Golkar dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Jadi saya mohon maaf sekali lagi kalau tidak menerima," ujarnya.

    Menanggapi hal ini, Irman berujar, Andi Narogong memang pernah menjadwalkan pertemuan dengan Setya sebanyak tiga kali untuk membahas proyek e-KTP. Pertemuan pertama di Hotel Gran Melia, Jakarta.

    Pada pertemuan kedua, Andi mengajak Irman berkunjung ke ruang kerja Setya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Ketiga kalinya, barulah Andi menjadwalkan pertemuan di kediaman Setya di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan

    Menurut Irman, Setya masih menerima tamu saat dia tiba. Alhasil, Irman harus menunggu sekitar 20-30 menit. Namun akhirnya Irman memutuskan tak jadi menemui mantan ketua DPR itu. "Saya bilang kalau lama tidak usah. Jadi, (saya) tidak ketemu," ujar Irman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.