5 Fakta Sidang Setya Novanto, Dari Nama SBY hingga Hakim Tertawa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto berbincang dengan penasihat hukumnya Maqdir Ismail saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. ANTARA

    Terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto berbincang dengan penasihat hukumnya Maqdir Ismail saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. ANTARA

    1. Nama SBY Disebut
    Mirwan, Yusnan, dan Aditya mendapat giliran pertama untuk bersaksi secara bersama-sama. Sementara Irman dan Sugiharto dipersilakan Ketua Hakim Yanto untuk meninggalkan ruang sidang.

    Dalam kesaksiannya, Mirwan menyebutkan dia pernah menyarankan SBY untuk menghentikan proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sebab, Mirwan mendapatkan informasi dari Yusnan bahwa ada masalah di program itu. Mirwan tak menjelaskan detail apa masalah yang dimaksud.

    Saat sedang bersama-sama di Cikeas, Mirwan menyampaikan pandangannya itu kepada SBY. Sayang, kata dia, SBY menolak diberhentikannya proyek e-KTP. "Tanggapan SBY bahwa proyek ini harus diteruskan," ujarnya.

    Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menjelaskan, SBY hanya menjalankan amanah undang-undang mengenai e-KTP. Jika saat itu SBY tidak melaksanakan kewajibannya terkait dengan pengadaan e-KTP, kata Agus, ia dapat dinyatakan melanggar undang-undang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.