Pengamat: Amerika Rugi Embargo Kopassus

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi merayakan Hari Pahlawan bersama Prajurit Kopassus di Cijantung, Jakarta, 10 November 2016. Istman/Tempo

    Presiden Jokowi merayakan Hari Pahlawan bersama Prajurit Kopassus di Cijantung, Jakarta, 10 November 2016. Istman/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta- Pengamat militer dari Universitas Padjajaran Muradi mengatakan, Amerika Serikat merupakan pihak yang paling dirugikan jika masih melakukan embargo terhadap Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat atau Kopassus.

    "Justru Amerika yang rugi, karena pasukan khusus kita terbaik ketiga sedunia," kata Muradi kepada Tempo pada Rabu, 24 Januari 2018.

    Muradi mengatakan keahlian dan keterampilan pasukan Kopassus jika dibandingkan dengan Delta Force (pasukan khusus Amerika) jauh lebih baik. "Mereka rugi menganggap Kopassus ancaman," ujarnya.

    Baca: Menhan Usahakan Cabut Embargo Militer Amerika terhadap Kopassus

    Walaupun secara sumber daya manusia Kopassus lebih terampil, Muradi mengatakan pasukan elite itu memiliki masalah terkait teknologi persenjataan. "Amerika hanya unggul di pengembangan teknologi, yang membuat Kopassus tertinggal," ujarnya.

    Menteri Pertahanan RI Ryamirzard Ryacudu menerima kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis pada Selasa, 23 Januari 2018. Dalam pertemuan tersebut, embargo terhadap Kopassus juga menjadi topik yang dibahas oleh mereka. Ryamirzard meminta James Mattis untuk mencabut embargo tersebut.

    Baca: Anggaran Kementerian Pertahanan Naik 10 Kali Lipat dari 2007

    Embargo atau restriksi militer Amerika atas Indonesia terjadi dalam konteks masa lalu. Amerika menganggap aparat TNI telah melakukan penyimpangan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), di antaranya berkaitan dengan kasus pembantaian di Santa Cruz, Dili, pada 1991.

    Embargo dilakukan hanya pada persenjataan yang membunuh. Saat itu, Amerika meminta akuntabilitas pemerintah dalam masalah Timor Timur dan kasus Timika yang menyebabkan salah satu warga Amerika tewas.

    Kepada Ryamizard, Mattis berjanji akan mengusahakan dicabutnya embargo tersebut. "Ya dia akan usaha terus lah orang dia udah janji kok," kata Ryamizard.

    Infografis: Kekuatan Militer Amerika Serikat di Bawah Donald Trump


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.