Oesman Sapta Tuding Balik Hanura Kubu Sudding Terima Duit

Ketua DPD Oesman Sapta Odang menggelar open house pada hari kedua Lebaran di rumahnya di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, 26 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura kubu Manhattan, Oesman Sapta Odang alias OSO, membalas tudingan Partai Hanura kubu Ambhara atau Sarifuddin Sudding. OSO mengatakan kubu Sarifuddin menerima uang dari peserta calon kepala daerah.

"Saya yang punya bukti bahwa mereka menerima uang dari peserta," kata OSO di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, pada Ahad, 21 Januari 2018.

Baca: Hanura Kubu Daryatmo Beberkan Dugaan Penyalahgunaan Uang Partai

Untuk membuktikan hal tersebut, OSO mengatakan akan menunjuk akuntan dari internal dan eksternal partai untuk melakukan audit. OSO menuturkan pemanggilan akuntan tersebut sekaligus menjelaskan hal-hal yang selama ini dianggapnya sebagai fitnah. "Suatu waktu akan terbuka, tapi dari audit," ujarnya.

Di tempat berbeda, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura kubu Sarifuddin Sudding, Sudewo, berujar OSO diduga meminta uang kepada sejumlah calon kepala daerah untuk ditransfer ke rekening OSO Sekuritas. "Ada kisaran Rp 200 miliar yang terkumpul,” ucapnya.

Menurut Sudewo, sumber uang tersebut berasal dari para calon kepala daerah yang memiliki hubungan langsung dengan OSO. Ada juga dana dari Kesbangpol serta dana partisipasi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Baca: Hanura Kubu Daryatmo Akan Laporkan Oesman Sapta ke Mabes Polri

Sudewo mengaku memiliki bukti atas tudingannya tersebut. Ia mengatakan Beni Prananto, yang sebelumnya merupakan Bendahara Umum Partai Hanura, siap memberikan kesaksian terkait dengan penyalahgunaan uang partai tersebut.

Beni, kata Sudewo, saat itu diperintahkan Oesman Sapta Odang untuk mengambil dan mengirim uang ke OSO Sekuritas. “Uang itu masuk ke rekening OSO Sekuritas dari Beni Prananto. Dia diperintah OSO untuk mengambil dan memasukkan uang itu,” ujarnya.






Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

4 hari lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?


Hanura Belum Tentukan Sikap Soal Capres 2024, OSO: Nanti Desember 2022

9 hari lalu

Hanura Belum Tentukan Sikap Soal Capres 2024, OSO: Nanti Desember 2022

Partai Hanura sampai saat ini belum menentukan sikap soal calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. OSO sebut situasi politik membingungkan.


Pasang Target Tinggi di Pemilu 2024, Partai Republiku: Harus Yakin Pecah Rekor

51 hari lalu

Pasang Target Tinggi di Pemilu 2024, Partai Republiku: Harus Yakin Pecah Rekor

Partai Republiku tak tanggung-tanggung memasang target lolos parlemen dan meraih suara di atas 30 persen di Pemilu 2024.


Dugaan Penipuan, Ketua DPD Hanura Jakarta Dilaporkan ke Polisi

10 Mei 2022

Dugaan Penipuan, Ketua DPD Hanura Jakarta Dilaporkan ke Polisi

Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Jims Charles Kawengian dilaporkan ke Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penipuan


Hari ini Wiranto 75 Tahun: Perjalanan Militer, Politik dan Kasus Penusukan

4 April 2022

Hari ini Wiranto 75 Tahun: Perjalanan Militer, Politik dan Kasus Penusukan

Wiranto merupakan salah satu tokoh militer dan politikus yang memberi warna Indonesia. Penusukan Wiranto di Labuan Banten menggegerkan negeri ini.


7 Partai Nonparlemen Bentuk Koalisi, Klaim Punya Suara Terbanyak Setelah PDIP

24 Februari 2022

7 Partai Nonparlemen Bentuk Koalisi, Klaim Punya Suara Terbanyak Setelah PDIP

Sekertaris Jenderal PBB Afriansyah Noor mengatakan, koalisi tujuh partai nonparlemen ini sedang menyiapkan nama.


Kasus Dugaan Investasi Bodong Raja Sapta Oktohari Naik ke Tingkat Penyidikan

20 Januari 2022

Kasus Dugaan Investasi Bodong Raja Sapta Oktohari Naik ke Tingkat Penyidikan

Raja Sapta Oktohari dilaporkan karena diduga menghimpun dana nasabah tanpa izin dari BI dan dituduh melakukan penggelapan investasi


Deretan Pengurus Pemuda Pancasila yang Jadi Pejabat Negara

26 November 2021

Deretan Pengurus Pemuda Pancasila yang Jadi Pejabat Negara

Sebagai salah satu organisasi besar di Indonesia, Pemuda Pancasila memiliki sejumlah anggota yang pernah dan masih menjadi pejabat negara.


Karier Politik Gede Pasek Suardika: Demokrat, Hanura, kini PKN

31 Oktober 2021

Karier Politik Gede Pasek Suardika: Demokrat, Hanura, kini PKN

Politikus I Gede Pasek Suardika hengkang dari Partai Hanura dan bergabung dengan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)


Gede Pasek Jelaskan Misinya Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

30 Oktober 2021

Gede Pasek Jelaskan Misinya Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

Gede Pasek mengatakan gagasan yang akan diperjuangkan di Partai Kebangkitan Nusantara adalah penguatan wawasan nusantara dalam pemerintahan.