Gubernur Aher Berbagi Pengalaman kepada Mahasiswa di Jambi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengukuhkan kepengurusan Forum Komunikasi Masyarakat Jambi etnis Sunda

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengukuhkan kepengurusan Forum Komunikasi Masyarakat Jambi etnis Sunda "Sunda Ngumbara" di aula gedung RRI Jambi, di Jambi, Jumat,19 Januari 2018.

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berbagi pengalaman sebagai pemimpin Jawa Barat kepada ratusan mahasiswa di   kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Nurdin Hamzah, Jambi, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jambi, Jumat,19 Januari 2017.

    Pada kuliah umum bertajuk "Mengenal Lebih Dekat Gubernur Inovatif Ahmad Heryawan: Implementasi Model Kepemimpinan untuk Menghasilkan Good Governance", Aher menjelaskan poin penting membangun sebuah negara. Yakni  diperlukan sumber daya manusia yang andal dan tenaga pendidiknya berkualitas terbaik.

    "Pasca pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki kaisar Jepang sempat pingsan lalu setelah siuman bukan tentara yang ia tanyakan,  tapi berapa jumlah guru yang masih hidup. Ia menyadari bahwa untuk membangun kembali Jepang diperlukan SDM yang andal dan berkualitas," kata Aher.

    Karena itu, Aher mendorong agar STISIP menjadi salah satu kampus terbaik di Jambi dengan cara meningkatkan kualitas pengajarannya melalui berbagai inovasi.  "Jabatan  tak akan berulang karena itu segeralah berinovasi atau membuat sesuatu yang belum dibuat oleh pejabat sebelumnya," ucap Aher.

    Aher mencontohkan sejumlah inovasi yang ia hasilkan selama menjadi Gubernur di antaranya keterpaduan sistem pemerintahan seperi e-procurment sejak tahun 2008,  pelayanan perizinan yang sangat mudah dan anti korupsi hingga inovasi-inovasi lainnya di bidang teknologi, kepegawaian dan pertanian.

    "Itu juga bagian dari inovasi dan sudah mendapatkan pengakuan di antaranya di bidang teknologi pertanian dan non pertanian, inovasi pelayanan, inovasi pemerintahan dan kepegawaian," ujarnya. Aher mempersilakan jika inovasinya  mau diadopsi daerah lain  karena dia tidak membuat hak paten atas inovasi tersebut.  

    Ketua STISIP Sigit Indrawijaya sangat mengapresiasi kuliah umum yang diberikan Gubernur Aher.  Menurut dia, Aher merupakan sosok pemimpin inspiratif dengan ratusan penghargaan yang diraihnya selama dua periode kepemimpinannya. Berkat penghargaan yang diraihnya,  Aher pun masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemimpin dengan penghargaan terbanyak.

    “Semoga pemimpin seperti Pak  Aher tumbuh di Indonesia karena kepemimpinannya menginspirasi kami yang muda-muda," ujar Sigit.

    Usai memberikan kuliah umum, Aher melakukan media visit ke salah satu surat kabar di Jambi, Malam harinya dia mengukuhkan kepengurusan Forum Komunikasi Masyarakat Jambi etnis Sunda "Sunda Ngumbara" di aula gedung RRI Jambi.  Pengukuhan tersebut juga dihadiri langsung Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar dan Ketua Umum Pusat Formas Sunda Ngumbara Jaka Bandung.

    Menurut Aher, Formas Sunda Ngumbara merupakan sebuah organisasi masyarakat perantau asal Jabar yang dibentuk dengan tujuan merekatkan dan merajut silaturahmi.  "Kami menyebutnya masyarakat Jambi asal Jabar, bukan masyarakat Jabar di Jambi ya. Ternyata sangat banyak di berbagai provinsi, sehingga tiap daerah sering mengundang saya," kata Aher selaku  ketua dewan pembina Formas.

    Di Provinsi Jambi  tercatat ada 220 ribu etnis Sunda. Mereka berasal dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari pegawai Pemda, TNI, Polri,  pekerja di industri perkebunan hingga pedagang. Sejak dibentuknya Formas Sunda Ngumbara pada  2015 telah dibentuk kepengurusan di 22 Provinsi. Masyarakat Sunda yang terdaftar di organisasi ini, terbanyak ada di Provinsi Lampung yakni lebih dari 750 ribu orang.

    Wagub Jambi Fachrori Umar mengakui bahwa orang Sunda yang menetap di daerahnya berprilaku ramah dan sopan juga tidak pernah berbuat hal negatif.  "Mereka orangnya ramah-ramah, sopan, sampai-sampai kalau berbicara kadang tidak terdengar, berbeda dengan orang kita yang suaranya keras," ujarnya.

    "Keberadaan mereka merupakan cerminan khasanah budaya Indonesia yang patut dilestarikan, kita harus menjaga keharmonisan," ujar Fachrori. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.