Desak OSO Mundur, Ketua Hanura Sumbar: Manuvernya Bikin Muntah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan bertambahnya usia daerah Sulit Air, Oesman Sapta mengajak masyarakat bangkit

    Dengan bertambahnya usia daerah Sulit Air, Oesman Sapta mengajak masyarakat bangkit

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Hanura Sumatera Barat (Sumbar), Marlis, membandingkan masa kepemimpinan Ketua Umum Oesman Sapta Odang atau OSO dengan Wiranto. Ia mengibaratkan OSO dan Wiranto sebagai pilot Hanura.

    "Ketika Pak Wiranto pilotnya, kami dibawa tenang. Kalaupun ada angin kencang, turbulensi tak kuat," kata Marlis di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa, 16 Januari 2018.

    Baca: Sudding Bantah Wiranto Bakal Diangkat Kembali Jadi Ketum Hanura

    Sedangkan saat OSO menjadi pilot, manuver yang dilakukan membuat para penumpangnya muntah. Marlis mengaku sudah tidak tahan terhadap berbagai manuver  OSO tersebut. "Ketika  pilotnya ganti OSO, manuvernya membuat kami penumpang muntah. Kami mencoba bertahan, tapi sekarang tak bisa lagi," ucap dia.

    OSO terpilih sebagai ketua umum dalam musyawarah nasional luar biasa yang digelar Desember 2016 lalu. Saat itu, Wiranto mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Hanura setelah menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

    Simak: Wasekjen Hanura: Konflik Internal Ganggu Konsolidasi Pemilu 2019

    Marlis mendesak pengurus pusat agar segera menggelar munaslub untuk mencari pengganti OSO. Soalnya, pada Senin, 15 Januari 2018, sebanyak 27 DPD dan 418 DPC menyampaikan mosi tidak percaya terhadap OSO di Hotel Ambarha. Mereka juga sekaligus memecat OSO dari kursi ketua umum.

    Wakil Ketua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purnawirawan) Daryatmo ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua umum. "Inshaallah (munaslub) digelar satu-dua hari ini," kata dia.

    Lihat: Gara-gara Mahar Pilkada, Pemimpin Hanura Saling Pecat

    Penyampaian mosi itu sebagai respon dari pemecatan enam ketua DPD oleh OSO, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Sumatera Selatan. Belakangan, Marlis juga dipecat sebagai Ketua DPD Sumatera Barat.

    Tidak mau kalah, kubu OSO yang mengadakan rapat di saat bersamaan di Hotel Manhattan, Jakarta, juga memecat Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding. Pemecatan dilakukan dengan alasan Sudding telah merusak marwah partai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.