Minggu, 22 September 2019

Pilgub Jatim, Sekjen PAN Enggan Sebut Poros Tengah Sudah Bubar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (tengah) didampingi Sekjen Eddy Soeparno (tengah kiri) menunjukkan berkas pendaftaran Pemilu 2019 di KPU Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (tengah) didampingi Sekjen Eddy Soeparno (tengah kiri) menunjukkan berkas pendaftaran Pemilu 2019 di KPU Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno enggan menyebut koalisi poros tengah di Pemilihan Gubernur Jawa Timur atau Pilgub Jatim yang digagas bersama Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra bubar.

    "Bubar sih tidak, tapi menghormati pilihan masing-masing," kata Eddy kepada Tempo lewat pesan pendek, Rabu dini hari, 10 Januari 2018.
    Baca : Pilgub Jatim, PDIP Umumkan Pendamping Saefullah Yusuf Besok

    Kejelasan rencana poros tengah itu mulai pudar semenjak putri Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, menolak pinangan Prabowo Subianto untuk diusung sebagai gubernur. Hingga saat ini, tinggal Partai Gerindra yang belum menentukan posisinya di Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

    Masalahnya, dini hari tadi Eddy mengatakan bahwa PAN telah resmi mengusung duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dalam Pilgub Jawa Timur. Dengan begitu, PAN bergabung dengan koalisi partai pendukung pasangan tersebut, yaitu Partai NasDem, Golkar, Demokrat, Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan.

    "Besok pukul 09.00 pagi (Khofifah-Emil) akan mendaftar," tutur Eddy. Sementara PKS kemarin malam resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap Saifullah Yusuf. Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul itu sebelumnya telah kantongi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Keadilan Bangsa.

    Ketua PKS Jawa Timur Arif Hari Setiawan mengatakan dukungan partai kepada Gus Ipul merupakan arahan dari para kiai termasuk mbah Liem. Ia mengakui, keputusan ini baru diambil lantaran menyadari posisi PKS yang hanya memiliki 6 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe