Dituduh Sebarkan Komunisme, Aktivis Lingkungan Dituntut 7 Tahun

Ilustrasi palu dan arit (konsep komunisme). Shutterstock

TEMPO.CO, Banyuwangi -- Aktivis Heri Budiawan alias Budi Pego dituntut 7 tahun penjara dikurangi masa penahanan oleh jaksa penuntut umum  dalam persidangan di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis sore, 4 Januari 2018. Dia dianggap menyebarkan ajaran komunisme/marxisme-leninisme atas munculnya spanduk palu arit saat unjuk rasa menolak pertambangan emas yang digelar puluhan warga Kecamatan Pesanggaran pada 4 April 2017.

Budi Pego dijerat Pasal 107 ayat a UU No 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara. "Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara," kata jaksa Budhi Cahyono saat membacakan tuntutan.

Baca: Isu Komunisme Dikhawatirkan Menjadi Teror bagi Masyarakat

Menurut jaksa, Budi Pego menjadi koordinator dan perancang aksi yang mengintruksikan warga melakukan unjuk rasa. Spanduk-spanduk penolakan tambang untuk demo juga dibuat di rumah pria berusia 37 tahun tersebut.

Berdasarkan keterangan ahli, kata jaksa, lambang palu arit yang disilangkan identik dengan lambang komunisme di dunia. Sehingga, kata dia, siapapun yang membentangkan gambar palu arit di tempat umum dianggap menyebarkan ajaran komunisme/marxisme-leninisme yang dilarang di Indonesia. "Pencantuman logo atau simbol palu arit merupakan bentuk penyebaran ideologi komunisme walaupun dalam tahap yang masih awal," kata Budhi.

Simak: Isu Komunisme Masih Dianggap Instrumen Politik yang Efektif

Dalam persidangan jaksa menghadirkan 16 saksi dan 4 barang bukti yakni 8 spanduk, mobil pikap pengakut spanduk, kunci kontak, dan flash disk berisi video liputan unjuk rasa tambang. Namun dari 8 spanduk barang bukti, tidak satupun berlogo palu arit. Menurut jaksa, spanduk palu arit belum berhasil ditemukan. "Spanduk tersebut masuk sebagai daftar pencarian barang," katanya.

Salah satu kuasa hukum terdakwa, Ahmad Rifai, menilai tuntutan jaksa berlebihan. Padahal, dari fakta persidangan, tidak satupun saksi yang melihat bahwa spanduk palu arit dibuat di rumah terdakwa. "Apalagi spanduk palu arit juga tidak berhasil dihadirkan di persidangan," kata Rifai.

Lihat: Goenawan Mohamad: Isu Kebangkitan PKI itu Konyol

Kasus tersebut bermula saat puluhan warga Kecamatan Pesanggaran menggelar aksi pemasangan spanduk untuk menolak pertambangan emas oleh PT Bumi Suksesindo dan PT Damai Suksesindo pada 4 April 2017. Massa membuat 11 spanduk di rumah Budi Pego dengan kain putih dan cat semprot.

Saat pembuatan spanduk ini, Budi mengaku ada enam polisi yang berjaga. Spanduk-spanduk itu lalu dipasang mulai pantai Pulau Merah hingga pertigaan Lowi berjarak sekitar 5 kilometer.

Namun keesokan harinya, Budi didatangi sejumlah polisi yang menudingnya ada logo palu arit di salah satu spanduk. Polisi menunjukkan sejumlah foto sebagai bukti. "Kalau saya yang membuat, kenapa tidak langsung ditangkap saat itu juga," kata Budi yang aktif menolak tambang sejak 2014.

IKA NINGTYAS

 






5 Situasi Menjelang G30S, Pertentangan TNI dan PKI Makin Memanas

5 hari lalu

5 Situasi Menjelang G30S, Pertentangan TNI dan PKI Makin Memanas

G30S menjadi salah satu peristiwa kelam perjalanan bangsa ini. Berikut situasi-situasi menjadi penyebab peristiwa itu, termasuk dampak setelah G30S.


Draf RKUHP: Ingin Ganti atau Tiadakan Pancasila Diancam 5 Tahun Penjara

11 Juli 2022

Draf RKUHP: Ingin Ganti atau Tiadakan Pancasila Diancam 5 Tahun Penjara

RKUHP juga menyebut penyebaran ideologi komunisme atau marxisme-leninisme juga diancam penjara, kecuali belajar untuk kepentingan ilmu pengetahuan.


Sejak Kapan Hari Lahir Pancasila Jadi Hari Libur Nasional?

1 Juni 2022

Sejak Kapan Hari Lahir Pancasila Jadi Hari Libur Nasional?

Pemerintah belakangan menetapkan Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur nasional. Sejak kapan hal tersebut berlaku?


Hapus Larangan Keturunan PKI Jadi Anggota TNI, Andika Perkasa Dapat Pujian

31 Maret 2022

Hapus Larangan Keturunan PKI Jadi Anggota TNI, Andika Perkasa Dapat Pujian

Andika Perkasa mendapatkan pujian karena menghapus larangan keturunan PKI jadi anggota TNI.


BNPT Apresiasi Kades Lapor 30 Warganya Terpapar NII

18 Oktober 2021

BNPT Apresiasi Kades Lapor 30 Warganya Terpapar NII

BNPT menyatakan NII memang sudah dilarang, tapi belum ada regulasi yang melarang ideologi takfiri mereka.


Survei SMRC: Hanya 14 Persen Responden yang Percaya PKI Bangkit

1 Oktober 2021

Survei SMRC: Hanya 14 Persen Responden yang Percaya PKI Bangkit

Dari hasil survei itu terlihat mayoritas responden tidak percaya pada rumor kebangkitan PKI.


Asal Usul Palu dan Arit dalam Paham Komunisme

30 September 2021

Asal Usul Palu dan Arit dalam Paham Komunisme

Komunisme identik dengan simbol palu dan arit. Seperti sejarahnya


Buku-Buku yang Pernah Dirazia karena Dianggap Berbau Komunis

30 September 2021

Buku-Buku yang Pernah Dirazia karena Dianggap Berbau Komunis

Berita tentang penyitaan terhadap buku-buku berhaluan kiri, memuat paham komunisme, atau berbau PKI oleh aparat kerap terdengar.


Kata Dudung Abdurachman, Ekstrem Kanan Lebih Aktual untuk Diwaspadai

30 September 2021

Kata Dudung Abdurachman, Ekstrem Kanan Lebih Aktual untuk Diwaspadai

Dibanding isu kembalinya PKI, Dudung Abdurachman mengatakan isu ekstremisme kanan lebih aktual.


Presiden PKS Instruksikan Kadernya Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

30 September 2021

Presiden PKS Instruksikan Kadernya Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

Selain menyaksikan film G30S, Syaikhu menginstruksikan kader PKS untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang hari ini.