Di Malioboro, Jokowi Memborong Tas Kain Perca dari Mbok Landep

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan putra bungsunya, Kaesang Pangarep saat mengunjungi salah satu toko kaos di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu malam, 30 Desember 2017. Jokowi berjalan-jalan menyusuri kawasan Malioboro didampingi beberapa anggota keluarganya. Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan putra bungsunya, Kaesang Pangarep saat mengunjungi salah satu toko kaos di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu malam, 30 Desember 2017. Jokowi berjalan-jalan menyusuri kawasan Malioboro didampingi beberapa anggota keluarganya. Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyempatkan diri berjalan-jalan pagi menyusuri Jalan Malioboro pada Minggu, 31 Desember 2017. Dengan berkaus putih santai, celana training hitam, dan sepatu kets merah, Jokowi ditemani putra bungsunya, Kaesang Pengarep, keluar dari Istana Gedung Agung sekitar pukul 09.30 dan langsung menuju pedestrian Malioboro.

    Saat menyusuri pedestrian depan Pasar Beringharjo, seorang perempuan pengasong tas kain perca bernama Landep,60 tahun, tiba-tiba mencoba mendekati Jokowi, yang dikerubung banyak warga. "Pak Presiden saya mau salaman," ujar Landep di antara kerumunan orang yang berebut mendekati Jokowi.

    Baca juga: Pesan Jokowi di Tahun Baru: Selamat Berlibur Bersama Keluarga

    Merasa tak didengar Jokowi, Landep pun berniat berpaling dan mengurungkan niat bersalaman dengan Jokowi. Tak disangka, saat hendak pergi dan ke luar kerumunan, Landep dihentikan seorang pasukan pengawal Presiden, yang memintanya mendatangi Jokowi. "Pak Jokowi malah tanya tas, tas saya harganya berapa?" ujar Landep kepada Tempo. "Saya bilang satu tas harganya Rp 20 ribu, Pak."

    "Lho, kok larang (mahal)?" ujar Landep menirukan Jokowi. Landep menukas, "Mboten awis niki, Pak. Sampun mirah (Enggak mahal ini, Pak. Sudah murah)."

    Ternyata Jokowi hanya bercanda. Jokowi pun langsung membeli delapan tas milik Landep. "Belinya Presiden delapan tas, tapi bayarnya Rp 200 ribu. Saya dikasih lebih Rp 40 ribu dan bisa salaman. Seneng saya," ujar ibu yang suaminya bekerja mengayuh becak dan dua anaknya tukang parkir di Malioboro itu.

    Baca juga: Fahri Hamzah: Jokowi Tidak Bisa Bilang Hentikan Keributan di 2018

    Landep mengatakan, setiap hari sejak subuh, ia memang biasa berjualan tas dari kain perca. Tas itu biasanya dijual kepada para warga yang hendak belanja kebutuhan karena tasnya memang tas belanja ukuran besar. "Saya kulakan Rp 17.500, untuk Presiden harganya juga sama. Saya enggak mau ambil untung banyak, takut enggak laku," tutur perempuan yang dalam sehari biasanya menjual 20-an tas itu.

    Landep pun bersyukur bisa bertemu dengan Jokowi dan tasnya dibeli Presiden. "Hari ini, Presiden beli delapan. Saya jual sendiri sudah laku 22 tas hari ini. Saya mau keliling lagi," ujarnya sumringah.

    Pada malam sebelumnya, Sabtu, 30 Desember 2017, Jokowi juga menyempatkan menyusuri Jalan Malioboro bersama anak dan cucunya, serta menyapa warga. Jokowi menyempatkan naik andong dari kawasan depan Toko Ramai hingga kembali ke Gedung Agung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.