Pesan Jokowi di Tahun Baru: Selamat Berlibur Bersama Keluarga

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memilih kaos di sebuah toko di Bali, 23 Desember 2017. Jokowi menyempatkan mampir ke tempat penjualan kaos khas Bali sebelum melanjutkan kunjungan kerja ke Semarang. Biro Pers Istana Kepresidenan

    Presiden Joko Widodo memilih kaos di sebuah toko di Bali, 23 Desember 2017. Jokowi menyempatkan mampir ke tempat penjualan kaos khas Bali sebelum melanjutkan kunjungan kerja ke Semarang. Biro Pers Istana Kepresidenan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan selamat berlibur akhir tahun kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dia berpesan agar liburan akhir tahun ini dapat dimanfaatkan bersama keluarga.

    "Pastinya di antara kita ada yang merasa lelah karena kurang beristirahat dan kurang piknik. Saya mengucapkan selamat berlibur di akhir tahun kepada yang berlibur. Selamat menikmati saat-saat bersama keluarga," kata Jokowi dalam siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin pada Sabtu, 30 Desember 2017.

    Baca: Sambil Ngopi di Aming, Jokowi Cerita Bisnis Gibran dan Kaesang

    Jokowi menyampaikan ini setelah menutup secara resmi transaksi saham tahun 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 29 Desember 2017. Itu adalah transaksi bursa saham pada hari terakhir 2017.

    Memasuki libur akhir tahun, Jokowi berharap kesempatan ini dapat menambah semangat dan menjadi energi baru dalam menyambut tahun baru 2018. "Semoga kita semuanya mendapat energi dan semangat baru dalam menyongsong tahun baru 2018," ujarnya.

    Baca: Gerindra: Jokowi Bisa Tersingkir jika Hanya Fokus Infrastruktur

    Saat menutup bursa saham, Jokowi mengaku bangga indeks harga saham gabungan menembus 6.355. Menurut dia, ini adalah angka di luar perkiraan. Sebab, sebelumnya, banyak yang mengatakan indeks bisa mencapai 6.000 saja bursa saham sudah untung dan senang.

    "Nah, kalau sekarang 6.355, bagaimana? Saya lihat kerja keras dari Bursa Efek Indonesia patut kita apresiasi dan patut kita syukuri bersama," tutur Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.