81 ABK Asal Indonesia Telantar di Kapal Ocean Star 98

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis lingkungan Greenpeace dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) melakukan aksi demo di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, 9 Desember 2016. Mereka juga mendesak perbaikan kebijakan penempatan dan perlindungan buruh migran anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal asing di luar negeri. TEMPO/Subekti

    Sejumlah aktivis lingkungan Greenpeace dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) melakukan aksi demo di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, 9 Desember 2016. Mereka juga mendesak perbaikan kebijakan penempatan dan perlindungan buruh migran anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal asing di luar negeri. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 81 anak buah kapal asal Indonesia dikabarkan ditelantarkan di atas kapal Ocean Star 98 yang membawa mereka di tengah Laut Cina Selatan selama satu pekan terakhir ini. "Mereka mengadu ke kami," kata Ketua Advokasi, Hukum, dan Hak Asasi Manusia Pergerakan Pelaut Indonesia Imam Syafi’i saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Desember 2017.

    Imam menuturkan para ABK tersebut ditelantarkan tanpa kepastian. Mereka sudah bekerja selama tujuh bulan di perusahaan kapal yang berbeda, kemudian minggu lalu mereka dikumpulkan di kapal Ocean Star 98. “Saat ini mereka tidak di darat namun terkatung-katung di laut, disuruh tidur di palka tempat penyimpanan ikan, dan makanan serta minuman mereka kurang layak,” ujar dia.

    Baca juga: INVESTIGASI: Hampir Semua Agen Pengirim ABK Indonesia Bodong

    Saat ini, Imam sudah meminta kejelasan dari beberapa perusahaan penyalur para ABK tersebut. Namun perusahaan itu berdalih jika kapal sedang rusak. “Delapan perusahaan itu, hanya dua yang merespons kami,” tuturnya.

    Salah satu ABK yang berada di kapal Ocean Star 98, Candra, menuturkan dia bersama rekannya yang lain tidak mendapatkan kejelasan nasib di atas kapal. Mereka tidak diberikan tempat yang layak di dalam kapal. “Kami tidur di palka ikan dan MCK tidak memadai,” ucapnya.

    Candra tidak tahu kapan kapal tersebut akan bersandar di pelabuhan. Selama satu minggu ini, tutur dia, kapal tersebut hanya mengitari Laut Cina Selatan tanpa tujuan yang jelas. “Kami semua ABK kapal Fu Yuan Yu (dengan nomor kapal yang berbeda) semuanya dikumpulkan di kapal Ocean Star 98,” kata dia.

    Baca juga: INVESTIGASI: Budak Indonesia di Kapal Taiwan

    Pada awalnya, Candra mengisahkan, dia bersama rekannya dikumpulkan oleh kapten kapal masing-masing dan berkumpul di kapal Ocean Star 98. Hingga saat ini dia belum mendapatkan kepastian mau dibawa ke mana oleh kapal tersebut. “Kami belum ada kepastian,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.