DPD Jawa Barat dan DKI Dukung Airlangga Hartarto Pimpin Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menerima dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar se-Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto.

    "Saya menerima amanah yang disampaikan dari Golkar se-Jawa Barat dan DKI Jakarta," kata Airlangga ketika menerima dukungan itu di Kantor DPD Golkar, Kota Bekasi, Senin, 11 Desember 2017. Di Jawa Barat terdapat 27 DPD Golkar, baik kota maupun kabupaten, sedangkan di DKI ada enam DPD.

    Baca juga: Urus Golkar, Akankah Airlangga Hartarto Mundur dari Kabinet?

    Menurut Airlangga , Golkar memang sudah waktunya berubah, bangkit, dan berintegritas. Menurut dia, partainya sudah terlalu lama direpotkan dengan berbagai persoalan internal, mulai isu negatif hingga mal-mekanisme partai. Karena itu, kata dia, persoalan itu harus segera diakhiri. "Mari bersama-sama dengan saya untuk melakukan perubahan partai," ujarnya seraya mengajak Dedi Mulyadi, Ketua DPD Golkar Jawa Barat, dan Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta.

    Airlangga mengatakan Partai Golkar kini sedang menjadi sorotan publik. Hal itu tak lepas dari sang ketua umum, Setya Novanto, yang terjerat kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sorotan itu, kata dia, harus dijawab dengan langkah positif di internal partai. Musyawarah nasional luar biasa (munaslub), Airlangga melanjutkan, merupakan mekanisme yang sah menurut anggaran dasar/anggaran rumah tangga. Karena itu, semua kader harus berada di garda terdepan mendorong munaslub.

    Dedi Mulyadi mengatakan Partai Golkar di wilayahnya menginginkan suatu perubahan. Tak hanya pada pucuk pimpinan, tapi juga harus dilakukan secara sistemik mulai hulu hingga hilir. "Selama ini, sistemnya top-down, hilir dituntut perubahan, sedangkan di hulu tidak," katanya di lokasi yang sama.

    Baca juga: Airlangga Hartarto: Munaslub Partai Golkar Digelar Pekan Depan

    Bupati Purwakarta itu melihat publik menginginkan perubahan menyusul adanya isu negatif yang tengah mendera partainya. Karena itu, dia menilai sosok Airlangga Hartarto mampu memberikan perubahan terhadap Partai Golkar mulai tingkat bawah hingga pusat.

    Adapun Fayakhun Andriadi mengatakan partainya harus segera bertransformasi menjadi partai milenial. Sebab, generasi milenial saat ini begitu menaruh perhatian besar terhadap partai tersebut. "Pemilih kami banyak berusia 17-40 yang belum digarap," ucapnya. "Golkar harus mampu menghadirkan solusi bagi kelompok umur tersebut."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe