Titiek Soeharto Maju Ketum Golkar, Begini Tanggapan Mahyudin

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titiek Soeharto di mimbar utama pada jeda Sidang Paripurna pemilihan Pimpinan MPR di Gompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Titiek Soeharto di mimbar utama pada jeda Sidang Paripurna pemilihan Pimpinan MPR di Gompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Balikpapan- Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menyambut baik niat Siti Hediati atau Titiek Soeharto maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar dalam musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar. Ia menilai majunya Titiek sebagai alternatif bagi partai berlambang pohon beringin itu.

    "Baguslah Mbak Titiek maju," kata Mahyudin di sela sosialisasi empat pilar MPR di Balikpapan pada Sabtu, 11 desember 2017.

    Baca: Ikut Laga Ketua Golkar, Titiek Soeharto Tantang Airlangga

    Menurut dia, majunya putri Presiden ke-2 RI Soeharto itu akan memberikan lebih banyak pilihan kepada kader Golkar dalam memilih Ketua Umum pengganti Setya Novanto. "Semakin banyak alternatif pilihan, tinggal pilih yang terbaik," kata Mahyudin.

    Namun, Mahyudin mengungkapkan kriteria yang seharusnya dipilih oleh kader Golkar untuk memimpin partai. Bagi dia, para calon Ketua Umum itu harus memenuhi kriteria mengenai PDLT, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tak tercela.

    Baca: Menjelang Munaslub, 6 Calon Ketum Golkar Telah Temui Aburizal

    Selain itu, kata Mahyudin, para calon juga harus memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus, bisa menyatukan semua kelompok yang selama ini mungkin berbeda pandangan. "Dan paling penting bisa melihat bagaimana cara memenangkan Partai Golkar," kata dia.

    Terkait waktu dan tempat pelaksanaan Munaslub Golkar, menurut Mahyudin, tergantung keputusan rapat pleno. "Kalau melihat situasi sekarang mungkin enggak terlalu lama karena kita akan menghadapi pilkada serentak 2018, yang juga sangat mendesak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.