Senin, 28 Mei 2018

Pengacara: Setya Novanto Mundur Setelah Pimpin Munaslub Golkar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto, seusai menjalani pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, di gedung KPK, Jakarta, 30 November 2017. Pimpinan dan anggota MKD yaitu, Sufmi Dasco Ahmad, Sarifuddin Sudding, Agung Widyantoro dan Maman Imanul Haq. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPR Setya Novanto, seusai menjalani pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, di gedung KPK, Jakarta, 30 November 2017. Pimpinan dan anggota MKD yaitu, Sufmi Dasco Ahmad, Sarifuddin Sudding, Agung Widyantoro dan Maman Imanul Haq. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, membenarkan kliennya akan mundur sebagai ketua umum Golkar. Namun dia menegaskan Setya mundur setelah sidang praperadilan usai.

    "Setelah praperadilan selesai (Setya Novanto) akan pimpin munasnya Golkar agar bisa mundur secara terhormat," kata dia saat dihubungi Tempo, Ahad, 3 Desember 2017.

    Baca juga: Benarkah Setya Novanto Bersedia Mundur Pekan ini?

    Sebelumnya beredar kabar Setya Novanto akan mundur dalam waktu dekat. Kabar tersebut diungkapkan Ketua DPD Golkar Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena.

    Fredrich membenarkan pernyataan Melki. Namun, dia menuturkan Setya ingin memimpin musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar sebelum mundur. "Beliau memungkinkan bisa memimpin munaslub itu," ujar dia.

    English version: Setya Novanto Responsible for Golkar`s Plummeting Electability

    Menurut Fredrich, Setya ingin keluar dari Golkar dengan cara yang terhormat. Alasannya, agar Setya dapat melakukan serah terima jabatan dengan pemimpin selanjutnya. "Beliau akan memimpin (Munaslub) agar bisa dilanjutkan sama siapa gitu kira-kira," kata dia.

    Adapun kuasa hukum Setya Novanto yang lain, Otto Hasibuan, mengatakan tidak mengetahui soal rencana kliennya mundur sebagai Ketua Umum Golkar. "Saya terakhir bertemu hari Kamis lalu dan tidak ada pembicaraan seperti itu," ujar Otto.

    Infografis: Gusrak, Diagram Menit Demi Menit Kecelakaan Setya Novanto


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.