Menteri Khofifah: Siklon Tropis Cempaka adalah Fenomena Baru

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melambaikan tangan kepada wartawan usai mengikuti sidang Tim Penilai Akhir (TPA) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 29 November 2017. ANTARA FOTO

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melambaikan tangan kepada wartawan usai mengikuti sidang Tim Penilai Akhir (TPA) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 29 November 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bantul - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Siklon Tropis Cempaka dan Siklon Tropis Dahlia yang melanda sebagian wilayah Jawa belum lama ini merupakan fenomena alam baru di Tanah Air.

    "Memang yang namanya Siklon Cempaka dan Dahlia itu sesuatu yang baru yang terkonfirmasi kepada kita semua," kata Mensos usai mengunjungi lokasi pengungsi banjir dan tanah longsor di Balai Desa Kebonagung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 2 Desember 2017.

    Baca: Setelah Siklon Cempaka, Masyarakat Diminta Waspadai Siklon Dahlia


    Menurut Khofifah, hal itu harus menjadi bagian dari pembelajaran dan pengalaman terkait alam di Indonesia. Untuk itu, ia melanjutkan, harus disiapkan berbagai langkah antisipasi dan mitigasi secara detail.

    Hujan dengan intensitas tinggi dengan kekuatan angin pada saat bersamaan yang terjadi belum lama ini mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, terutama di Yogyakarta dan Pacitan. Fenomena alam itu teridentifikasi disebabkan karena Siklon Tropis Cempaka.

    "Nah, itu bagian dari kemajuan IT (teknologi informasi) kita yang sudah bisa mendeteksi ada Siklon Tropis Cempaka dan Siklon Dahlia, kemudian juga melakukan mitigasi bagaimana meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman kepada masyarakat," katanya.

    Baca: Begini Alasan Siklon Tropis di Indonesia Pakai Nama Bunga

    Khofifah melanjutkan, perlu pemahaman kepada masyarakat bahwa Siklon Cempaka dan Siklon Dahlia sebetulnya bisa menimbulkan intensitas hujan sangat tinggi yang diikuti angin kencang. "Nah sosialisasi terhadap kewaspadaan dan kesiapsiagaan ini harus dilakukan oleh seluruh lini, terutama penyampaian informasi kepada masyarakat dan aparat desa," katanya.

    Ia menuturkan, dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia terdapat 323 kabupaten/kota yang berisiko tinggi terhadap kemungkinan terjadi bencana alam, apa pun itu yang menjadi penyebabnya. "Katakan tanggul jebol, kenapa intensitas hujan tinggi, kemudian luapan air yang kemudian daya tampungnya melebihi kapasitas," katanya.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Khofifah juga menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor akibat Siklon Tropis Cempaka di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipusatkan di Balai Desa Kebonagung dengan total sebesar Rp 1,8 miliar.

    "Jadi ada santunan kematian bagi korban meninggal yang tadi disampaikan sebesar Rp15 juta per ahli waris. Kemudian bantuan bagi korban luka ringan sampai berat maksimal sebesar Rp 5 juta," kata Khofifah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?