Senin, 10 Desember 2018

Di HUT PGRI, Jokowi Sebut Guru adalah Warga Negara Terhormat

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi Resmikan Program Perhutanan Sosial di Muara Gembong Bekasi. ISTMAN

    Presiden Jokowi Resmikan Program Perhutanan Sosial di Muara Gembong Bekasi. ISTMAN

    TEMPO.CO, Bekasi - Ribuan guru tak henti-hentinya bertepuk tangan dan bersorak kegirangan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan di acara puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan hari ulang tahun ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu, 2 Desember 2017. Sambutan dari Jokowi sekaligus menandai dibukanya acara puncak peringatan HUT PGRI.

    Jokowi mengawali sambutannya dengan menyebut guru sebagai warga negara terhormat. "Saya bangga bisa berada di sini. Berdiri di hadapan ribuan guru, warga negara terhormat," kata Jokowi saat membuka acara.

    Baca: HUT PGRI, Guru Minta Tunjangan Profesi Dibayar Tepat Waktu

    Jokowi mengatakan, di era teknologi yang serba canggih saat ini, banyak peran yang dapat digantikan dengan mesin dan robot pintar. Namun, kata Jokowi, tidak untuk profesi guru. "Saya katakan tidak untuk profesi guru. Guru tidak akan pernah dapat tergantikan oleh robot pintar," kata Jokowi.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan harapannya agar guru-guru tidak sekedar mengajar dan menjalankan profesi. "Saya titip masa depan bangsa ini kepada guru-guru," kata Jokowi.

    Selain itu, Jokowi berharap, di tengah perkembangan media sosial saat ini, guru dapat mengarahkan peserta didik untuk lebih bijak menggunakan media sosial. "Jangan sampai anak-anak kita malah dididik oleh media sosial," kata dia.

    Baca: Hari Guru Nasional, Mendikbud: Guru Harus Jadi Teladan

    Adapun tema peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional 2017 ini adalah "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter". Menurut Jokowi, tema tersebut sangatlah cocok, mengingat karakter adalah ruh-nya pendidikan.

    Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan hari ulang tahun PGRI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.