Diperika KPK Lagi, Siti Masitha Sudah Berjalan Tanpa Tongkat

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Wali Kota Tegal non aktif, Siti Masitha Soeparno, sebelum menjalani pemeriksaan, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 25 September 2017. Siti Masitha Soeparno diperiksa sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap terkait pengelolaan dana jasa pelayanan RSUD Kardinah kota Tegal tahun 2017 dan pengadaan barang dan jasa di lingkungan kota Tegal TA 2017. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan kembali memeriksa kembali mantan Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno. "Diperiksa untuk status sebagai tersangka," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Rabu, 29 November 2017.

Siti merupakan tersangka kasus korupsi penerimaan suap terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal, juga pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan kota pada tahun anggaran 2017. Ia terakhir diperiksa pada Senin, 27 November 2017.

Baca juga: Wali Kota Tegal Kena OTT, Mendagri Siapkan Pengganti Siti Masitha  

Dalam pantauan Tempo, Siti atau yang akrab dipanggil Bunda Sitha tampak hadir di gedung KPK sekitar pukul 10.30 WIB. Ia keluar dari mobil tahanan menggenakan rompi oranye, pakaian khas tahanan KPK. Ia hadir menjalani pemeriksaan ditemani oleh kuasa hukumnya, Magda Widjajana.

Tidak seperti pemeriksaan pada 17 November 2017 lalu, Siti kini bisa berjalan normal tanpa bantuan tongkat. Meski demikian, pergelangan kaki kirinya masih dibalut perban elastis berwarna abu-abu. Saat ditanya apakah kondisinya hari ini sehat, Siti hanya mengangguk pelan seraya tersenyum.

Magda menuturkan kliennya sempat menggunakan tongkat karena jatuh, dan kemudian terkilir saat berada di Rumah Sakit. Namun ia tidak merinci rumah sakit yang dimaksud. "Alhamdulillah, kondisi bunda sudah membaik," ujarnya.

Selain Siti, dalam kasus ini, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Keduanya yaitu orang dekat Siti, Amir Mirza Hutagalung sebagai penerima suap dan Cahyo Supardi, Wakil Direktur RSUD Kardinah Tegal sebagai pemberi suap.

Baca juga: Usung Siti Masitha Jadi Wali Kota Tegal, Golkar Merasa Kecolongan  

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan Siti diduga telah menerima uang sebanyak Rp 1,6 miliar dalam rentang Januari hingga Agustus 2017 dalam bentuk jasa pelayanan. Lalu Rp 3,5 miliar dari fee proyek-proyek dan setoran kepala dinas di lingkungan Pemprov Tegal selama rentang periode yang sama.

KPK kemudian menjerat Siti Masitha dan Amir sebagai penerima suap dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab-Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP). Sementara itu, Cahyo sebagai pihak pemberi suap dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.






KPK Periksa 7 Anggota DPRD Jawa Timur di Kasus Suap Pengelolaan Dana Hibah

4 hari lalu

KPK Periksa 7 Anggota DPRD Jawa Timur di Kasus Suap Pengelolaan Dana Hibah

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan empat tersangka.


KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

6 hari lalu

KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

Lukas Enembe menjadi tersangka dalam kasus suap sejumlah proyek pembangunan di Papua.


KPK Minta Kuasa Hukum Lukas Enembe Fokus ke Pembelaan Tersangka

12 hari lalu

KPK Minta Kuasa Hukum Lukas Enembe Fokus ke Pembelaan Tersangka

Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan lembaganya sangat memperhatikan kondisi kesehatan Lukas Enembe di tahanan.


Sudah Sehat, Lukas Enembe Kembali Ditahan di Pomdam Jaya Guntur

17 hari lalu

Sudah Sehat, Lukas Enembe Kembali Ditahan di Pomdam Jaya Guntur

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan Lukas Enembe saat ini dalam keadaan stabil dan sehat.


KPK Periksa Influencer Kecantikan di Kasus Sudrajad Dimyati

21 hari lalu

KPK Periksa Influencer Kecantikan di Kasus Sudrajad Dimyati

Sudrajad Dimyati selaku hakim agung yang mengabulkan kasasi perdata, diduga oleh KPK telah menerima Rp850 juta.


KPK Periksa Sekda Bangkalan di Kasus Suap Jual Beli Jabatan Bupati Bangkalan

21 hari lalu

KPK Periksa Sekda Bangkalan di Kasus Suap Jual Beli Jabatan Bupati Bangkalan

KPK menduga Bupati Bangkalan Abdul Latif mematok harga dalam pengangkatan pejabat di kabupaten yang ia pimpin tersebut.


3 Fakta tentang Kasus Suap AKBP Bambang Kayun

21 hari lalu

3 Fakta tentang Kasus Suap AKBP Bambang Kayun

Bambang Kayun diduga menerima suap dari tersangka kasus pemalsuan surat warisan PT Aria Citra Mulia (ACM), Herwansyah dan Emilia Said.


Kuasa Hukum Sempat Heran Saat Penyidik KPK Tanya Lukas Enembe Soal Saksi Meringankan

24 hari lalu

Kuasa Hukum Sempat Heran Saat Penyidik KPK Tanya Lukas Enembe Soal Saksi Meringankan

Kuasa hukum Lukas Enembe sempat bingung dengan pertanyaan penyidik KPK seputar saksi meringankan. Kenapa?


Ricuh Pasca Lukas Enembe Ditangkap, Begini Prosedur Penangkapan Tersangka dalam KUHAP

26 hari lalu

Ricuh Pasca Lukas Enembe Ditangkap, Begini Prosedur Penangkapan Tersangka dalam KUHAP

Penangkapan tersangka kasus gratifikasi itu terjadi saat Lukas Enembe sedang makan siang yang lokasinya tidak jauh dari markas Brimob Polda Papua


KPK Tangkap Lukas Enembe Hari ini karena Diduga Hendak Tinggalkan Indonesia

27 hari lalu

KPK Tangkap Lukas Enembe Hari ini karena Diduga Hendak Tinggalkan Indonesia

KPK mendapat informasi bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe akan ke Mamit Tolikara lewat Bandara Sentani. Diduga upaya dia keluar Indonesia.