Siti Masitha, Wali Kota dengan Segudang Prestasi Itu Diciduk KPK

Reporter

Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno, turut berorasi mendukung nelayan dalam aksi menolak semua Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang dinilai menyusahkan nelayan di Tegal, Jawa Tengah, 28 Januari 2015. TEMPO/Dinda Leo Listy

TEMPO.CO, Tegal - Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno (Siti Masitha) terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa petang, 29 Agustus 2017. Padahal, selama menjabat sebagai wali kota, Siti mendapat sejumlah penghargaan.

Pada 2016 lalu, Siti meraih pengharaan Indonesia Leaders Quality Award. Dia menyabet penghargaan untuk kategori Best Performing Executive of The Year 2016. Penghargaan ini diberikan Indonesia Development Achievement pada akhir September 2016.

Baca juga: OTT Wali Kota Tegal, Adik Siti Masitha dan Sekjen PAN: Mohon Doa

Wali Kota pertama di Tegal ini dianggap memiliki kinerja, dedikasi dan kredibilitas yang bagus, dalam pembangunan Kota Tegal. Penghargaan lainnya yakni Citra Kartini Award pada 2015. Di tahun yang sama, Kota Tegal mengantongi Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk kategori Lalu Lintas Kota Sedang.

Wali Kota lulusan Steigenberger Hotelfachschule, Bad Reichenhall, Muenchen, Jerman itu juga mendapat gelar kehormatan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) pada 2 Juli 2016. Penghargaan diberikan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat.

Meski Siti kerap meraih penghargaan, pemerintahan kota Tegal dibekap konflik. Siti membebastugaskan belasan kepala dinas yang dianggap tidak sejalan dengannya. Akibatnya, pegawai negeri beberapa kali menggelar unjuk rasa menolak kepemimpinan Siti. Hubungan Siti dengan Wakil Wali Kota Nursholeh pun dikabarkan merenggang.

Siti tidak bersedia memberikan komentar berkaitan dengan kisruh yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Tegal. "Ada yang perlu dijawab dan ada yang tidak perlu dijawab. Kalau soal kebijakan pemerintah, pasti akan saya jawab," kata Siti pada 22 April 2015.

Menjelang Pilkada 2018, Siti berniat maju lagi. Dia menggandeng pengusaha asal Sumatera Utara, Amir Mirza. Poster dan baliho Masitha dan Mirza terpampang di setiap sudit kota. Mereka yang mengusung pasangan Ta'Mir yang berarti Masitha Mirza maju mendaftar ke Partai Golkar. Mereka juga ikut penjaringan di Partai Amanat Nasional (PAN).

Namun petaka muncul. Siti Masitha diciduk KPK pada Selasa petang. Dia dibawa bersama beberapa orang lainnya termasuk pejabat dari RSUD Kardinah Kota Tegal.

MUHAMMAD IRSYAM FAIZ





KPK



KPK Panggil Dito Mahendra Jadi Saksi Kasus Nurhadi Pekan Depan: Berharap Kooperatif

54 menit lalu

KPK Panggil Dito Mahendra Jadi Saksi Kasus Nurhadi Pekan Depan: Berharap Kooperatif

KPK menjadwalkan panggilan pada Dito Mahendra sebagai saksi dalam kasus dugaan TPPU yang menjerat eks Sekretaris MA Nurhadi


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot, KPK Ajak Semua Pemangku Kepentingan Kolaborasi

14 jam lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot, KPK Ajak Semua Pemangku Kepentingan Kolaborasi

KPK mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam memberantas korupsi dan meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.


Kasus Suap Hakim Agung Gazalba Saleh, KPK Kembali Panggil 3 Saksi Hari Ini

19 jam lalu

Kasus Suap Hakim Agung Gazalba Saleh, KPK Kembali Panggil 3 Saksi Hari Ini

KPK kembali mengagendakan pemeriksaan saksi dalam kasus suap Hakim Agung Gazalba Saleh.


KPK Periksa 7 Anggota DPRD Jawa Timur di Kasus Suap Pengelolaan Dana Hibah

23 jam lalu

KPK Periksa 7 Anggota DPRD Jawa Timur di Kasus Suap Pengelolaan Dana Hibah

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan empat tersangka.


Indeks Presepsi Korupsi Anjlok, Jokowi Janji Bakal Evaluasi

1 hari lalu

Indeks Presepsi Korupsi Anjlok, Jokowi Janji Bakal Evaluasi

KPK telah bersurat kepada Presiden Jokowi untuk merekomendasikan memperkuat pengawasan Aparat Pengawas Internal Pemerintah.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot, Peneliti Sebut Komitmen Pemerintah Lemah

1 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot, Peneliti Sebut Komitmen Pemerintah Lemah

Melorotnya angka Indeks Persepsi Korupsi Indonesia dinilai sebagai cerminan lemahnya komitmen pemberantasan korupsi dari pemerintah.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, TII Singgung Lemahnya Penegakan Hukum

1 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, TII Singgung Lemahnya Penegakan Hukum

TII menilai lemahnya penegakan hukum menjadi salah satu penyebab menurunnya indeks persepsi korupsi Indonesia.


KPK Dalami Peran Lukas Enembe Dalam Penentuan Pemenang Tender Proyek di Papua

1 hari lalu

KPK Dalami Peran Lukas Enembe Dalam Penentuan Pemenang Tender Proyek di Papua

KPK memeriksa dua saksi untuk mendalami peran Lukas Enembe dalam penentuan pemenang tender proyek di Papua.


Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA, KPK Panggil Tiga Staf Gazalba Saleh

1 hari lalu

Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA, KPK Panggil Tiga Staf Gazalba Saleh

Ali Fikri menyebut KPK telah memanggil sejumlah staf hakim agung Gazalba Saleh sebagai saksi di kasus suap pengurusan perkara di MA


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok di 2022, KPK Ungkap Susahnya Pencegahan

2 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok di 2022, KPK Ungkap Susahnya Pencegahan

Kata KPK, kalau nilai indeks persepsi korupsi 34 ini adalah buah dari kita yang merasa nyaman dengan kondisi sekarang tanpa terobosan.