Gus Sholah: Khofifah Tak Perlu Mundur dari Menteri Sosial

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menko PMK Puan Maharani, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan disela-sela persiapan mengikuti rapat terbatas tentang optimalisasi dana desa di Istana Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menko PMK Puan Maharani, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan disela-sela persiapan mengikuti rapat terbatas tentang optimalisasi dana desa di Istana Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa telah mengajukan surat pemberitahuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa ia akan maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Khofifah mengirimkan surat tersebut setelah mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan Partai Golkar.

    Khofifah akan berpasangan dengan calon wakil gubernur, Emil Dardak, yang saat ini menjabat Bupati Trenggalek. Meski telah dipastikan akan maju bersama dengan Emil, Khofifah belum mengajukan surat pengunduran dirinya ke Presiden Jokowi.

    Baca juga: Setelah Golkar, Khofifah - Emil Dardak Segera Terima SK dari PPP

    Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Kiai Haji Salahuddin Wahid, atau yang akrab disapa Gus Sholah, berpendapat ihwal pengunduran diri Khofifah sebagai menteri itu tergantung kepada Presiden. “Itu kan urusannya Presiden. Kalau bupati, wakil bupati, gubernur, wakil gubernur yang maju sebagai calon, tidak perlu mundur, cukup cuti. Menteri juga begitu. Kecuali Presiden mengganti dia,” kata Gus Sholah saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 November 2017.

    Khofifah menyampaikan surat tertulis kepada Jokowi pada Senin, 27 November 2017. “Insya Allah besok akan menyampaikan surat tertulis ke Bapak Presiden melalui Kementerian Sekretaris Negara. Di dalam surat itu, kami menyampaikan informasi bahwa saya mendapat rekomendasi dari Golkar dan Demokrat,” ujar Khofifah saat menghadiri resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di Medan, Sumatera Utara, Minggu, 26 November 2017.

    Khofifah mengatakan akan meminta arahan kepada Jokowi melalui surat tersebut. Sebab, jumlah kursi Golkar dan Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur telah memenuhi syarat mencalonkan diri.

    Baca juga: Maju Cawagub Khofifah, Emil Dardak Sudah Bertemu Sekjen PDIP

    Dewan Pengurus Pusat Partai Golongan Karya resmi mencalonkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur 2018. Golkar merupakan partai kedua setelah Partai Demokrat yang menyerahkan surat keputusan secara resmi kepada Khofifah dan Emil.

    Partai Demokrat dan Partai Golkar masing-masing memiliki 13 dan 11 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur. Dengan dukungan dua partai ini, Khofifah dan Emil sudah dapat mendaftar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.