Nurdin Halid: Golkar Harus Segera Ganti Setya Novanto

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (tengah) dan DPP Partai Golkar Nurdin Halid (ketiga kiri) beserta jajaran pengurus Partai Golkar memimpin Rapat Pengurus Pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 11 Oktober 2017. TEMPO/Syafiul Hadi

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan partainya harus segera menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk mengganti Setya Novanto. Sebab, elektabilitas Partai Golkar tergerus hingga di angka 10,9 persen, menurut survei yang dilakukan Poltracking Indonesia.

"Tidak ada pilihan, Partai Golkar harus melakukan konsolidasi organisasi. Artinya harus munaslub dan melahirkan pemimpin baru,” kata Nurdin seusai acara rilis survei Poltracking Indonesia di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad, 26 November 2017.

Baca juga: Nusron Wahid: Airlangga Hartarto Kandidat Kuat Pengganti Setya

Berdasarkan survei Poltracking, elektabilitas Golkar menempati posisi ketiga di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra. Kedua partai itu masing-masing memperoleh angka 23,4 persen dan 13,6 persen. Padahal, pada pemilihan umum legislatif 2014, Golkar berada di posisi kedua di bawah PDIP dengan perolehan suara 14,75 persen.

Survei Poltracking dilaksanakan pada 8-15 November 2017 di 34 provinsi di Indonesia. Survei melibatkan 2.400 responden dengan metode multistage random sampling dan margin of error plus-minus 2 persen.

Baca juga: Zainal Bintang Dorong Munaslub Gokar Lengserkan Setya Novanto

Nurdin mengatakan angka tersebut tidak mengagetkan. Dia menyadari saat ini Golkar mengalami penurunan elektabilitas. Ini terkait dengan status Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi.

Namun, menurut Nurdin, elektabilitas Golkar akan naik jika partai berlambang pohon beringin tersebut telah melakukan konsolidasi nasional dengan menggelar munaslub dan memilih pemimpin baru. "Ketika keluar dari badai, insya Allah Partai Golkar akan bisa meningkat," ujarnya.






Ridwan Kamil Mengaku Bangun Komunikasi Politik dengan Berbagai Tokoh

11 jam lalu

Ridwan Kamil Mengaku Bangun Komunikasi Politik dengan Berbagai Tokoh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan telah berkomunikasi dengan berbagai tokoh politik terkait langkah politiknya di masa mendatang.


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

7 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

8 hari lalu

Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

Tingkat elektabilitas PDIP mencapai 21,6 persen; Demokrat dan Golkar mencapai 11,3 persen.


Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

8 hari lalu

Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

Puan Maharani akan melanjutkan safari politiknya. PDIP menyebut sudah berkomunikasi dengan Golkar. Tergantung kecocokan waktu.


Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

8 hari lalu

Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

Golkar mencapai popularitas 94,0 persen dan kesukaan 75,9 persen.


Wakil Ketua DPRD Depok Injak Leher Sopir Truk, Petang Ini Dipanggil Tim Khusus Golkar

8 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Depok Injak Leher Sopir Truk, Petang Ini Dipanggil Tim Khusus Golkar

DPD Partai Golkar Kota Depok menjadwalkan pemanggilan terhadap Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri, Senin petang, 26 September 2022.


Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

10 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri menginjak sopir truk dan menghukumnya untuk push up


Politisi Jadi Anggota BPK, Ekonom: Bisa Terjadi Conflict of Interest

13 hari lalu

Politisi Jadi Anggota BPK, Ekonom: Bisa Terjadi Conflict of Interest

Terpilihnya politisi sebagai anggota BPK perlu menjadi perhatian karena rentan terjadi conflict of interest.


Formapi Sebut Fit and Proper Test Calon Anggota BPK di Komisi XI Hanya Formalitas

14 hari lalu

Formapi Sebut Fit and Proper Test Calon Anggota BPK di Komisi XI Hanya Formalitas

Formappi mengatakan pemenang anggota BPK sudah ada sebelum fit and proper test berlangsung.


Sah, Politikus Partai Golkar Ahmadi Noor Supit Terpilih jadi Anggota BPK

14 hari lalu

Sah, Politikus Partai Golkar Ahmadi Noor Supit Terpilih jadi Anggota BPK

Ahmadi Noor Supit sah terpilih sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2022-2027 pada Selasa, 20 September 2022.