Sketsa Terduga Penyerang Novel Baswedan, Kapolda: Mirip 90 Persen

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis memperlihatkan foto dua orang yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Tempo/Kartika Anggraeni

    Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis memperlihatkan foto dua orang yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Tempo/Kartika Anggraeni

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengatakan sketsa wajah yang diduga terlibat dalam penyiraman terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, sudah 90 persen mendekati kemiripan dengan pelaku. Idham mengatakan detail sketsa wajah tersebut diperoleh dari dua saksi dengan inisial S dan SN.

    "Kalau dari keterangan saksi, ini sudah mengarah 90 persen. Dua gambar itu diduga terlibat dalam penyerangan Novel Baswedan," kata Idham di gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 November 2017.

    Baca: Kapolda Perlihatkan Sketsa Dua Terduga Penyerang Novel Baswedan

    Idham pun meminta partisipasi masyarakat jika mengetahui informasi mengenai dua sosok yang tergambar dalam sketsa itu. "Polda membuka hotline 081398844474, 24 jam ada operatornya, ada ruangannya, sehingga kami berharap kerja sama dan bantuan masyarakat untuk bisa memberikan informasi," tuturnya.

    Ia menjelaskan, dalam melakukan penyelidikan, kepolisian menggunakan dua metode, yaitu induktif dan deduktif. "Deduktif itu menelusuri motif, bisa banyak, dari dia sendiri, keluarga dia, latar belakang, tapi kami sudah mapping perlahan-lahan."

    Baca: YLBHI: Jokowi Perlu Beri Batas Waktu Penyelesaian Kasus Novel

    Namun, hingga saat ini, kata Idham, kepolisian masih belum mengetahui motif penyerangan yang diduga dilakukan dua orang tersebut. "Kalau motif, tunggu saja ketangkap, baru bisa tahu motifnya," ujarnya.

    Hasil temuan sketsa tersebut berkat kerja sama Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis) Kepolisian RI dengan Australian Federal Police menyelidiki sejumlah closed-circuit television di tempat kejadian perkara. Penyidik juga telah memeriksa 66 saksi untuk melengkapi keterangan terkait dengan kejadian penyerangan terhadap Novel.

    Penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Ia diserang dengan air keras oleh dua orang tak dikenal setelah melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan, dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.